Nilai Tukar Rupiah 31 Juli 2026 Hari Ini Menguat ke Rp18.074 per Dolar AS, Terbantu Pelemahan Data Ekonomi Amerika

16 hours ago 10

Rupiah hari ini menguat ke Rp18.074 per dolar AS usai data ekonomi Amerika melemah. Simak pergerakan kurs rupiah, dolar AS, dan proyeksinya.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, Juli 31, 2026

rupiah hari ini menguat ke rp18074 per dolar as setelah data ekonomi amerika melemah
Pergerakan rupiah hari ini menguat ke Rp18.074 per dolar AS setelah dolar Amerika tertekan oleh data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan pasar. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Jumat (31/7/2026). Pergerakan positif mata uang Garuda dipicu oleh melemahnya dolar AS setelah rilis sejumlah indikator ekonomi Negeri Paman Sam yang hasilnya berada di bawah ekspektasi pasar.

Mengacu pada data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, kurs rupiah dibuka di level Rp18.074 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 37 poin atau sekitar 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Kinerja tersebut sekaligus membalikkan pelemahan yang terjadi pada Kamis (30/7/2026), saat rupiah ditutup turun 38 poin atau 0,21 persen ke level Rp18.111 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS pada waktu yang sama tercatat naik 0,34 persen ke posisi 100,201.

Data ekonomi AS menjadi pendorong penguatan rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan dolar AS dipengaruhi oleh data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat yang lebih rendah dibandingkan perkiraan pelaku pasar.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data inflasi PCE dan PDB AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan," ujar Lukman, Jumat (31/7/2026).

Meski demikian, ia menilai peluang penguatan rupiah masih menghadapi sejumlah tantangan sehingga ruang apresiasinya diperkirakan tidak terlalu besar.

Sentimen global dan domestik masih membayangi

Menurut Lukman, salah satu faktor eksternal yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah sekaligus meningkatkan minat investor terhadap aset yang dianggap lebih aman atau safe haven.

Situasi tersebut turut memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, kenaikan harga energi juga berpotensi memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. Dampaknya dinilai dapat memperbesar tekanan terhadap neraca perdagangan negara yang masih bergantung pada impor minyak, termasuk Indonesia.

Dari sisi domestik, sentimen pasar juga dinilai belum sepenuhnya pulih. Investor masih bersikap hati-hati menyusul isu yang berkaitan dengan kepemimpinan dan stabilitas institusional di regulator moneter.

"Sentimen domestik masih relatif lemah, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan dan independensi BI," kata Lukman.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan Jumat.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |