Gas Elpiji 3 Kg Bakal Diganti CNG, Pemerintah Siapkan Impor 100 Ribu Tabung Baru

15 hours ago 21

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, Mei 25, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Gas Elpiji 3 Kg Bakal Diganti CNG, Pemerintah Siapkan Impor 100 Ribu Tabung Baru
Gas Elpiji 3 Kg Bakal Diganti CNG, Pemerintah Siapkan Impor 100 Ribu Tabung Baru

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mempersiapkan langkah penggantian gas elpiji 3 kilogram dengan compressed natural gas (CNG). Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni mendatangkan sekitar 100 ribu tabung CNG dari luar negeri.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) yang selama ini masih cukup besar. Selain itu, Indonesia dinilai memiliki cadangan gas bumi yang melimpah untuk mendukung penggunaan CNG di dalam negeri.

Berikut sejumlah fakta terkait rencana penggantian gas elpiji 3 Kg dengan tabung CNG tersebut.

Alasan pemerintah impor tabung CNG

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa impor dilakukan karena teknologi produksi tabung CNG dengan spesifikasi tertentu belum dikuasai industri dalam negeri.

Menurutnya, hingga saat ini pabrikan yang mampu memproduksi tabung tersebut masih berasal dari luar negeri. Pemerintah pun harus melakukan pemesanan dalam jumlah besar agar proses pengadaan bisa berjalan.

“Insya Allah tiga bulan ke depan kita melakukan first order untuk hal tersebut. Untuk kita memesan material barangnya ini, kita enggak boleh pesan satu, harus banyak, 100.000-an. Makanya kalau ada yang nanya kok belum dibikin? Ya memang harus di-order 100.000 atau di atasnya,” jelas dia.

Impor hanya untuk tahap awal

Laode menjelaskan, pemerintah sebenarnya menargetkan agar produksi tabung CNG nantinya bisa dilakukan di Indonesia. Namun, karena teknologi dan kemampuan industri nasional masih terbatas, kebutuhan awal sementara dipenuhi lewat impor.

China disebut menjadi salah satu negara rujukan dalam pengembangan teknologi tabung CNG tersebut. Meski demikian, pemerintah memastikan langkah impor hanya bersifat sementara.

Ke depan, pemerintah ingin ada proses transfer teknologi sehingga produksi tabung CNG dapat dilakukan secara mandiri di dalam negeri.

Gunakan tabung tipe 4 yang lebih ringan

Tabung yang akan digunakan dalam program konversi ini merupakan tabung tipe 4. Jenis tabung tersebut berbeda dengan tabung baja konvensional yang selama ini umum digunakan masyarakat.

Laode menyebut tabung tipe 4 memiliki bobot yang lebih ringan karena dibuat menggunakan material polimer dengan lapisan komposit sebagai penguatnya.

“Jadi tabung ini kan kita bikin tipe 4. Ini memang belum ada di dunia untuk setara elpiji 3 kg ya. Yang ada setara elpiji 12 kg yang sudah dipakai sekarang itu,” tuturnya.

Bahlil sebut uji coba konversi masih berjalan

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan proses konversi LPG ke CNG untuk tabung 3 kilogram saat ini masih dalam tahap uji coba.

Ia memperkirakan proses pengujian tersebut dapat selesai dalam waktu paling lambat tiga bulan mendatang.

Bahlil menilai penggunaan CNG bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang selama ini mencapai jutaan ton. Terlebih, Indonesia disebut memiliki sumber daya gas yang cukup besar untuk mendukung kebutuhan energi domestik.

“Ketika gejolak geopolitik seperti ini, untuk mendapatkan kepastian impor LPG itu memang ada, tapi kan kita tergantung pada global. Maka kami merumuskan alternatif lain. Apalagi kami baru menemukan gas di Kalimantan Timur. Nah ini sebagian besar kami bisa alokasikan untuk kebutuhan dalam negeri untuk meng-cover CNG,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |