Gianni Infantino mengantongi dukungan lebih dari 200 anggota FIFA meski diterpa skandal Balogun. Pemilihan Presiden FIFA diprediksi berjalan mulus.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Sabtu, Juli 18, 2026
![]() |
| Gianni Infantino Kantongi Dukungan Lebih dari 200 Anggota FIFA Meski Dihantam Skandal Balogun |
PEWARTA.CO.ID — Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA tampaknya masih sangat kuat meski belakangan diterpa kontroversi terkait pencabutan sanksi terhadap penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026. Dukungan yang mengalir dari mayoritas anggota FIFA bahkan membuat peluangnya untuk kembali memimpin organisasi sepak bola dunia semakin terbuka lebar.
Laporan The Guardian pada Sabtu (18/7/2026) menyebutkan bahwa Infantino telah memperoleh dukungan resmi dari lebih dari 200 asosiasi anggota FIFA. Dengan kondisi tersebut, jalan menuju masa jabatan keempat diperkirakan tidak akan menemui hambatan berarti saat Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang.
Dari total 211 federasi yang memiliki hak suara, hanya sedikit negara yang belum menyampaikan dukungan secara resmi. Salah satunya adalah Federasi Sepak Bola Jerman.
Sementara itu, pendaftaran calon Presiden FIFA akan ditutup pada 18 November. Hingga kini belum ada figur lain yang menyatakan diri sebagai penantang, sehingga Infantino masih menjadi satu-satunya kandidat.
Muncul tekanan dari internal FIFA
Di balik besarnya dukungan yang telah terkumpul, muncul laporan mengenai ketidakpuasan di kalangan sejumlah anggota FIFA. Beberapa federasi disebut merasa mendapat dorongan yang terus-menerus dari internal organisasi agar segera memberikan pernyataan dukungan kepada Infantino.
Penolakan paling kuat datang dari sejumlah asosiasi sepak bola di Eropa. Mereka menyoroti kontroversi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku melakukan lobi kepada FIFA untuk meninjau kembali kartu merah yang diterima Folarin Balogun.
Selain persoalan tersebut, UEFA juga menunjukkan sikap kritis terhadap kebijakan FIFA lainnya. Organisasi sepak bola Eropa itu turut mempersoalkan keputusan yang memblokir wasit asal Somalia, Omar Artan, dari ajang Piala Dunia.
Peluang lawan dinilai sangat kecil
Dalam beberapa hari terakhir sempat muncul pembahasan mengenai kemungkinan menghadirkan kandidat alternatif dari kawasan Eropa. Namun, peluang untuk menyatukan dukungan terhadap satu nama dinilai masih sangat sulit.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) bahkan telah lebih dahulu mengirimkan surat dukungan kepada Infantino sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Kondisi tersebut membuat peluang munculnya pesaing semakin mengecil.
Meski menghadapi penolakan dari sebagian federasi Eropa, Infantino diyakini tidak terlalu bergantung pada dukungan dari kawasan tersebut. Perkiraan menunjukkan kubu oposisi hanya mampu mengumpulkan sekitar 30 hingga 40 suara, jumlah yang dinilai belum cukup untuk memengaruhi hasil pemilihan Presiden FIFA.
Rapat FIFA fokus pada keuntungan Piala Dunia
Pertemuan para anggota FIFA yang berlangsung di New York pada Sabtu diperkirakan tidak akan membahas kontroversi yang sedang berkembang.
Agenda rapat yang dipimpin Gianni Infantino itu disebut lebih difokuskan pada pemaparan mengenai manfaat dan keuntungan finansial penyelenggaraan Piala Dunia bagi seluruh asosiasi anggota FIFA.



















































