Gunung Semeru Erupsi 1.000 Meter, PVMBG Ingatkan Bahaya Awan Panas dan Lahar

14 hours ago 33

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, Mei 25, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Gunung Semeru Erupsi 1.000 Meter, PVMBG Ingatkan Bahaya Awan Panas dan Lahar
Gunung Semeru Erupsi 1.000 Meter, PVMBG Ingatkan Bahaya Awan Panas dan Lahar

PEWARTA.CO.ID — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Senin, 25 Mei 2026 pagi. Gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu dilaporkan mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi pada pukul 07.09 WIB. Letusan tersebut memunculkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke sektor barat laut.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi ±2 menit 10 detik,” tulis PVMBG.

Status Gunung Semeru masih Level III Siaga

PVMBG menyampaikan bahwa hingga saat ini Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan.

Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terdampak material vulkanik maupun awan panas guguran.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,” ungkap PVMBG.

Warga diminta waspadai lontaran batu pijar

Selain ancaman awan panas, PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lontaran batu pijar di sekitar kawah dan puncak Gunung Semeru. Karena itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari area puncak.

Imbauan kewaspadaan juga ditujukan bagi warga yang berada di sekitar aliran sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru. Potensi guguran lava hingga lahar disebut masih bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat intensitas hujan meningkat.

“Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” imbaunya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |