MPR temui Presiden Prabowo, ketum parpol, dan lembaga negara jelang Sidang Tahunan 2026 untuk persiapan agenda kenegaraan Agustus mendatang.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Juli 09, 2026
![]() |
| Ketua MPR RI, Ahmad Muzani. |
PEWARTA.CO.ID — Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mulai melakukan rangkaian persiapan menjelang pelaksanaan Sidang Tahunan MPR 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Salah satu agenda yang dilakukan adalah silaturahmi kebangsaan dengan sejumlah lembaga negara serta tokoh politik nasional. Dalam rangkaian tersebut, MPR berencana bertemu Presiden Prabowo Subianto hingga para ketua umum partai politik.
Rencana itu disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani setelah melakukan pertemuan dengan jajaran hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).
Persiapan Sidang Tahunan MPR 2026
Ahmad Muzani menjelaskan, pertemuan dengan berbagai pihak dilakukan sebagai bagian dari pembahasan persiapan Sidang Tahunan MPR yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
"Perbincangan atau pembicaraan menyangkut tentang rencana persiapan Sidang Tahunan MPR menjelang peringatan 17 Agustus 2026," kata Muzani.
Menurutnya, kegiatan silaturahmi kebangsaan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan MPR menjelang penyelenggaraan sidang tahunan.
Setelah bertemu dengan Mahkamah Konstitusi, pimpinan MPR akan melanjutkan kunjungan ke lembaga negara lainnya, termasuk Mahkamah Agung (MA).
"Setelah ini kita akan ketemu dengan Mahkamah Agung, mungkin minggu depan," ujarnya.
MPR akan bertemu Presiden dan Wakil Presiden
Muzani memastikan seluruh lembaga negara akan menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi kebangsaan menjelang Sidang Tahunan MPR 2026.
Ia menyebut, Presiden dan Wakil Presiden juga termasuk pihak yang akan ditemui oleh pimpinan MPR dalam agenda tersebut.
"Semua lembaga negara nanti kita akan temui termasuk dengan Presiden kami akan temui," tuturnya.
Selain pejabat pemerintahan yang masih menjabat, MPR juga akan mengirimkan undangan kepada para mantan presiden dan mantan wakil presiden Republik Indonesia.
Ketum partai politik turut diundang
Tak hanya lembaga negara dan tokoh pemerintahan, pimpinan MPR juga akan menjalin komunikasi dengan para pimpinan partai politik menjelang Sidang Tahunan MPR 2026.
Muzani mengatakan, surat undangan akan disampaikan kepada sejumlah tokoh nasional, termasuk ketua umum partai politik.
"Kemudian surat-surat undangan tentu saja akan kami sampaikan terutama kepada mantan presiden, mantan wakil presiden, dan tentu saja ketua umum partai politik," pungkasnya.
Rangkaian silaturahmi tersebut menjadi bagian dari persiapan MPR untuk memastikan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR 2026 berjalan sesuai agenda kenegaraan.



















































