5 Dewan Gubernur BI tetap fokus menjaga stabilitas, nilai tukar rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi usai Perry Warjiyo mundur.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Juli 31, 2026
![]() |
| Pjs Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan lima anggota Dewan Gubernur tetap fokus menjaga stabilitas rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi usai Perry Warjiyo mundur. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Bank Indonesia (BI) memastikan arah kebijakan moneter tetap berjalan konsisten meski terjadi perubahan kepemimpinan setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Lima anggota Dewan Gubernur yang masih aktif disebut tetap berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak mengubah fokus utama institusi. Prioritas BI tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Setelah pengunduran diri Pak Perry, anggota Dewan Gubernur sekarang masih ada lima orang. Fokus kami tetap sama, tidak berubah. Kami tetap fokus menjaga stabilitas," kata Destry, Jumat (31/7/2026).
Lima anggota Dewan Gubernur BI tetap menjalankan tugas
Saat ini, Dewan Gubernur Bank Indonesia beranggotakan lima pejabat yang masih aktif menjalankan tugas.
Mereka terdiri atas Pjs Gubernur BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur Aida S. Budiman, Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur Ricky P. Gozali, serta Deputi Gubernur Thomas A.M. Djiwandono.
Destry menegaskan seluruh jajaran tersebut tetap bekerja sesuai mandat untuk menjaga stabilitas perekonomian melalui berbagai kebijakan yang dimiliki Bank Indonesia.
BI optimalkan instrumen kebijakan
Menurut Destry, Bank Indonesia akan terus memaksimalkan seluruh instrumen kebijakan yang tersedia untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan inflasi, sekaligus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain kebijakan moneter, BI juga terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial sebagai salah satu langkah untuk memperkuat aktivitas ekonomi.
"Dari sisi makroprudensial, kami terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Saya ingin menekankan bahwa dengan formasi yang ada saat ini, kami tetap fokus menjaga stabilitas melalui optimalisasi berbagai instrumen dan kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi," ujarnya.
Koordinasi dengan Kemenkeu, OJK, dan LPS diperkuat
Di samping menjaga stabilitas moneter, Bank Indonesia juga terus meningkatkan sinergi dengan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Kolaborasi tersebut difokuskan untuk menangani persoalan segmentasi likuiditas yang masih terjadi di sektor perbankan.
"Kami bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS akan terus memperkuat koordinasi untuk menangani masalah segmentasi likuiditas yang terjadi di perbankan. Itu juga menjadi komitmen kami," kata Destry.
Bank Indonesia menegaskan koordinasi antarlembaga akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung ketahanan ekonomi nasional di tengah transisi kepemimpinan.



















































