Indonesia juara umum World Cup Woodball Championship 2026. IWbA menyebut prestasi woodball Indonesia bukti kualitas pembinaan atlet.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Juli 31, 2026
![]() |
| Tim Indonesia sukses menjadi juara umum World Cup Woodball Championship 2026 sekaligus membuktikan kualitas pembinaan atlet woodball nasional. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Tim nasional Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah olahraga internasional setelah keluar sebagai juara umum 10th World Cup Woodball Championship 2026 kategori umum atau senior. Hasil tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara terkuat dalam cabang olahraga woodball dunia.
Kejuaraan dunia itu berlangsung di Perlis, Malaysia, pada 24 hingga 30 Juli 2026. Indonesia menutup kompetisi dengan raihan empat medali emas, dua medali perak, serta satu medali perunggu.
Dominasi Indonesia di kategori senior
Keberhasilan menjadi juara umum tidak diraih dengan mudah. Persaingan berlangsung ketat karena Indonesia harus menghadapi atlet-atlet terbaik dari berbagai negara peserta.
Meski demikian, kontingen Merah Putih mampu tampil konsisten sepanjang kejuaraan hingga mengumpulkan medali terbanyak pada kategori senior. Raihan tersebut sekaligus memperkuat reputasi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dalam olahraga woodball di tingkat dunia.
Atlet junior turut menyumbang prestasi
Prestasi Indonesia tidak hanya datang dari kategori senior. Pada kelompok junior, tim Merah Putih juga berhasil mencuri perhatian meski hanya mengirimkan dua atlet.
Dari tujuh nomor yang dipertandingkan, Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas. Hasil tersebut menjadi catatan positif mengingat jumlah atlet yang diturunkan relatif terbatas dibanding negara peserta lainnya.
IWbA: Bukti kualitas pembinaan atlet
Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial atas perjuangan mereka yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan dunia tersebut.
"Hasil ini menjadi bukti Indonesia merupakan salah satu kekuatan utama woodball dunia. Menjadi juara umum di World Cup tentu bukan hal yang mudah karena kami menghadapi negara-negara terbaik," kata Aang, dikutip Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan atlet junior turut menjadi kebanggaan tersendiri karena mampu menyumbangkan medali emas meski hanya diperkuat dua atlet.
"Yang lebih membanggakan, atlet-atlet muda kami juga mampu mempersembahkan medali emas meski hanya berangkat dengan dua atlet. Ini menunjukkan kualitas pembinaan yang kita miliki,” tambahnya.
Aang menilai pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi Indonesia pada berbagai ajang internasional di masa mendatang. Selain itu, hasil tersebut juga menunjukkan proses regenerasi atlet berjalan dengan baik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, pemerintah, serta seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan doa dan dukungan. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus membawa Merah Putih berkibar di panggung dunia,” tandasnya.
Indonesia bersiap menjadi tuan rumah turnamen berikutnya
Setelah sukses di World Cup Woodball Championship 2026, Indonesia akan kembali menjadi pusat perhatian sebagai tuan rumah 8th Aice Indonesia Open 2026.
Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Cricket Udayana, Bali, pada 18 hingga 23 Agustus 2026 dan menjadi agenda internasional berikutnya bagi dunia woodball.



















































