Pewarta Network
Kamis, Mei 28, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Elon Musk. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar mengenai rencana penggabungan bisnis antara Tesla dan SpaceX.
Rumor tersebut ramai diperbincangkan karena dinilai dapat menciptakan perusahaan teknologi raksasa dengan kekuatan besar di berbagai sektor sekaligus.
Tak hanya itu, jika merger benar-benar terlaksana, gabungan kedua perusahaan disebut berpotensi menjadi salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Nilai aset kripto yang dimiliki bahkan diperkirakan mencapai US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 58,74 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.800 per dolar AS.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Musk telah membahas kemungkinan merger itu bersama sejumlah pihak internal perusahaan. Langkah tersebut diyakini dapat memperkuat integrasi bisnis yang selama ini dibangun Musk, mulai dari kendaraan listrik, teknologi luar angkasa, kecerdasan buatan (AI), pembayaran digital, hingga infrastruktur komunikasi.
Gabungan kepemilikan Bitcoin capai 30 ribu BTC
Jika Tesla dan SpaceX merger, perusahaan hasil merger diperkirakan akan menguasai sekitar 30.221 Bitcoin.
Saat ini Tesla diketahui memiliki sekitar 11.509 Bitcoin. Sementara itu, SpaceX disebut memegang sekitar 18.712 Bitcoin berdasarkan data pengungkapan publik dan pelacakan treasury blockchain.
Dengan jumlah tersebut, entitas gabungan Tesla dan SpaceX diprediksi akan masuk dalam daftar lima besar perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.
Posisinya disebut hanya berada di bawah Strategy milik Michael Saylor, Twenty One Capital, Metaplanet, dan Marathon Digital Holdings.
Kolaborasi Tesla dan SpaceX disebut makin erat
Dikutip CNBC, Kamis (28/5/2026), melaporkan bahwa meningkatnya kerja sama antara Tesla dan SpaceX didorong oleh kebutuhan infrastruktur energi serta kapasitas komputasi AI yang terus berkembang.
Bahkan, sejumlah karyawan Tesla dikabarkan telah lama memperkirakan bahwa penggabungan kedua perusahaan pada akhirnya memang akan terjadi.
Di sisi lain, SpaceX juga disebut tengah mempersiapkan langkah menuju bursa Nasdaq. Perusahaan antariksa tersebut dikabarkan akan melantai di pasar saham setelah merger dengan perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, yakni xAI.
Pada awal tahun ini, valuasi pasar privat SpaceX disebut mencapai sekitar US$ 1,25 triliun.
Belum ada konfirmasi resmi
Meski rumor merger semakin ramai diperbincangkan, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Tesla maupun SpaceX terkait kabar tersebut.
Tesla sendiri diketahui mulai masuk ke pasar Bitcoin sejak 2021. Saat itu perusahaan sempat menerima pembayaran kendaraan menggunakan aset kripto tersebut sebelum akhirnya dihentikan karena alasan lingkungan, khususnya terkait aktivitas penambangan Bitcoin.
Sementara itu, bank investasi Jefferies memperkirakan industri kripto dan blockchain akan mengalami lonjakan initial public offering (IPO) dalam dua tahun mendatang.
Jefferies juga menilai sektor tersebut berpotensi berkembang menjadi pasar publik senilai US$ 1 triliun dalam lima tahun ke depan seiring meningkatnya minat investor institusional terhadap infrastruktur blockchain dan tokenisasi aset keuangan.



















































