Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Produksi Tambak Modern Tembus Rp134 Miliar per Tahun

10 hours ago 12

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Mei 23, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Produksi Tambak Modern Tembus Rp134 Miliar per Tahun
Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Produksi Tambak Modern Tembus Rp134 Miliar per Tahun

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang vannamei di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penegasan pemerintah dalam mendorong sektor perikanan modern sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.

Dalam kunjungan itu, Presiden meninjau langsung proses panen hingga penyortiran hasil udang sebelum dipasarkan.

Kawasan tambak modern tersebut memiliki luas mencapai 100 hektare dan menjadi salah satu proyek percontohan pengembangan budi daya udang berbasis teknologi terpadu.

Tambak modern dengan sistem terpadu

Saat berada di lokasi, Presiden melihat langsung sistem pengelolaan tambak yang menerapkan konsep best practice budi daya udang modern. Sistem tersebut mencakup saluran air masuk atau intake, kolam tandon, pemisahan jalur inlet dan outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Model pengelolaan tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas lingkungan tambak agar tetap berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Presiden mengaku optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu produsen udang terbesar di dunia.

“Jadi sangat menjanjikan. Tadi saya diberi laporan, 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton. Luar biasa, 40 ton ya, dan harganya sangat bagus, harganya Rp70 ribu per kilogram. Berarti per ton Rp70 juta,” ujar Kepala Negara.

Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen
Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen. (Foto: Dok. Setpres)

Produksi capai ratusan miliar rupiah

Kawasan BUBK Kebumen disebut memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah sekitar. Dengan total 206 petak kolam, kawasan ini mampu menghasilkan nilai produksi sekitar Rp67,2 miliar dalam satu siklus panen.

Jika berjalan optimal sepanjang tahun, total produksinya diperkirakan bisa mencapai Rp134,4 miliar per tahun.

Selain meningkatkan produksi perikanan, kawasan tambak modern tersebut juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Saat ini, ratusan warga setempat telah bekerja di kawasan tersebut.

“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap sekarang 650 orang setempat bekerja dan kita sudah membangun di Waingapu 2 ribu hektare,” imbuh Presiden Prabowo.

Pemerintah siapkan proyek lebih besar di Waingapu

Pemerintah juga tengah mengembangkan proyek serupa dengan skala yang lebih luas di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Proyek tersebut disebut mencapai 2 ribu hektare dan dipersiapkan menjadi pusat pengembangan tambak udang modern berikutnya.

Sementara itu, BUBK Kebumen diposisikan sebagai contoh transformasi tambak tradisional menuju sistem modern berbasis teknologi serta tata kelola lingkungan yang lebih baik.

Pemerintah memandang udang sebagai komoditas strategis nasional karena memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan sekaligus potensi besar untuk meningkatkan daya saing ekspor perikanan Indonesia di pasar global.

Melalui pengelolaan tambak modern dan penerapan good aquaculture practices seperti di Kebumen, sektor udang dinilai berpotensi menjadi sumber devisa berkelanjutan bagi Indonesia.

Panen raya udang ini juga menunjukkan konsistensi Presiden Prabowo dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional. Sebelumnya, kawasan yang sama juga pernah ditinjau saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Dari Kebumen, arah pengembangan sektor perikanan nasional kini semakin menitikberatkan pada produktivitas tinggi, modernisasi tambak, penyerapan tenaga kerja, serta orientasi ekspor yang diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |