Apakah Duduk Terlalu Lama Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung? Ini Kata Dokter Andi Sitti Tandina

3 hours ago 3

Apakah duduk terlalu lama bisa menyebabkan penyakit jantung atau hanya mitos belaka? Ini penjelasan Dokter dari RS Harapan Bunda, Andi Sitti Tandina.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Juni 24, 2026

Apakah Duduk Terlalu Lama Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung? Ini Kata Dokter Andi Sitti Tandina
Ilustrasi. Bekerja yang mengharuskan duduk dalam durasi lama. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Isu mengenai kebiasaan duduk terlalu lama yang disebut-sebut bisa memicu penyakit jantung kembali menjadi perbincangan. Banyak yang mengira posisi duduk dalam waktu panjang secara langsung dapat berdampak buruk pada jantung. Namun, benarkah demikian menurut pandangan medis?

Duduk lama bukan penyebab langsung penyakit jantung

Dokter dari RS Harapan Bunda, Andi Sitti Tandina, memberikan penjelasan terkait anggapan tersebut dalam sebuah tayangan Morning Zone di YouTube Okezone. Ia menegaskan bahwa klaim duduk terlalu lama menyebabkan penyakit jantung adalah hal yang keliru.

Menurutnya, masalah utama bukan terletak pada aktivitas duduk itu sendiri, melainkan pada rendahnya tingkat aktivitas fisik seseorang secara keseluruhan.

Artinya, duduk dalam durasi panjang lebih sering menjadi bagian dari pola hidup yang kurang bergerak, bukan sebagai penyebab langsung gangguan jantung.

“Mitos (duduk terlalu lama bisa menyebabkan penyakit jantung),” ujar dr. Andi Sitt.

“Tapi di sini maksudnya bukan duduknya aja, kurangnya aktivitas sebenarnya. Tapi bukan penyakit jantung gitu ya,” lanjutnya.

Kurang gerak jadi faktor risiko utama

Lebih lanjut, dr. Andi Sitti menjelaskan bahwa minimnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah pada pembuluh darah. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penumpukan plak yang akhirnya dapat memicu penyakit jantung.

Dengan demikian, duduk terlalu lama hanya menjadi salah satu tanda gaya hidup sedentari atau kurang bergerak, yang memang berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

“Faktor risiko. Faktor risiko yang terjadi penyumbatan tadi. Penyumbatan di pembelodara jantung kan salah satu faktor resikonya kalau kita kurang aktivitas,” jelas dr. Andi Sitti.

“Nah itu salah satunya. Jadi bukan duduk bikin penyakit jantung. Kurang aktivitasnya yang bikin jadinya bisa menyebabkan yang namanya penumpukan di dalam pembelodara dan salah satunya jadi penyakit jantung,” sambungnya.

Pentingnya menjaga aktivitas fisik

Untuk menjaga kesehatan jantung, fokus utama bukan sekadar menghindari duduk dalam waktu lama, tetapi lebih kepada meningkatkan aktivitas fisik harian.

Beberapa langkah sederhana seperti berjalan kaki secara rutin, melakukan peregangan setiap 30–60 menit, berolahraga minimal 150 menit per minggu, serta mengurangi waktu duduk saat bekerja atau menonton dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |