Purbaya Ungkap Alasan Dicopot dari Menkeu, Sebut Peran Kebijakan Pajak dan Hak Prerogatif Presiden

7 hours ago 10

Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap pencopotan dari Menkeu terkait penataan pejabat pajak dan bea cukai serta hak prerogatif Presiden Prabowo.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Rabu, September 16, 2026

purbaya ungkap alasan dicopot dari menkeu
Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap alasan dirinya dicopot dari jabatan Menteri Keuangan. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap faktor yang menurutnya berkaitan dengan pergantian dirinya sebagai Menteri Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada 14 September 2026.

Purbaya menyebut langkah penataan besar-besaran terhadap jajaran pejabat pajak dan bea cukai menjadi salah satu pertimbangan, sementara keputusan akhir mengenai pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden.

Purbaya menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti serah terima jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). ANTARA juga melaporkan Purbaya menepis isu bahwa gesekan internal menjadi alasan pencopotannya.

Purbaya tahu saat ditelepon Mensesneg

Purbaya mengatakan dirinya sebenarnya telah memperhitungkan kemungkinan terjadi pergantian posisi, tetapi baru mendapat kepastian ketika menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Panggilan tersebut diterima ketika Purbaya sedang mengikuti rapat bersama DPD RI pada 14 September 2026. Setelah mengetahui keputusan tersebut, ia kemudian meninggalkan rapat.

"Pak Prasetyo (mensesneg)," ujar Purbaya usai menghadiri prosesi sertijab di Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026).

Purbaya mengaku sebelumnya sudah menghitung peluang dirinya tetap bertahan atau diganti.

"Ya kita udah hitung-hitung. Kira-kira 50-50 lah. Tapi baru tahunya waktu itu," jelasnya.

Penataan pejabat pajak dan bea cukai ikut disebut

Ketika ditanya mengenai rumor bahwa pencopotannya berkaitan dengan langkah tegas merombak jajaran pejabat di bidang pajak dan bea cukai, Purbaya mengatakan sebagian faktor tersebut memang berkaitan.

"(Sebagian) ada. (Sebagian lainnya) itu kan hak prerogatif Presiden, kita ikutin aja," kata Purbaya.

Sebelumnya, pada 10 September 2026, Purbaya merombak sekitar 50 pegawai eselon II dan sekitar 350 pegawai eselon III di lingkungan Kementerian Keuangan. Perubahan itu mencakup sejumlah jabatan fungsional di direktorat jenderal hingga Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenkeu.

Langkah tersebut dilakukan hanya beberapa hari sebelum pergantian Menteri Keuangan diumumkan pada 14 September 2026.

Bantah ada benturan dengan pemerintah pusat

Purbaya juga membantah spekulasi mengenai adanya benturan kebijakan dengan pemerintah pusat yang menjadi penyebab dirinya diganti.

Ia menegaskan kebijakan fiskal yang dijalankannya selama sekitar satu tahun tetap mengikuti arahan Presiden Prabowo.

"Gak ada. Kan kebijakan kita yang ikutin semua kebijakan presiden. Aman lah itu," tegasnya.

Dalam pernyataan lainnya setelah sertijab, Purbaya juga menegaskan pergantian jabatan tersebut merupakan kewenangan Presiden. ANTARA mencatat ia menyatakan tidak ada gesekan internal yang menjadi penyebab pencopotan dirinya.

Purbaya tak berniat kembali ke kabinet

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya juga menepis kemungkinan kembali masuk kabinet dengan posisi menteri lain, termasuk isu tawaran menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

"Enggak lah, baru dipecat masa jadi menteri lagi, gimana lo," selorohnya.

"(Soal tawaran Menko PMK) kata siapa. Gak tau saya. Udah pensiun, yaudahlah. Tadinya di LPS udah pensiun saya. Di LPS juga udah mau pensiun tadinya. Kita pengen bantuin sebentar, udah cukup lah setahun. Yaudah,” imbuh Purbaya.

Pergantian Purbaya menjadi bagian dari reshuffle kabinet pada 14 September 2026, ketika Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru.

Pilih bertani, memancing, dan kembali jadi trader

Purbaya mengatakan tidak lagi mengejar posisi pemerintahan setelah masa tugasnya sebagai Menteri Keuangan berakhir.

Ia menyebut ingin menghabiskan waktu di rumah dengan menjalankan aktivitas yang disukainya, termasuk memelihara ikan dan memancing.

"Mau pulang. Mau piara ikan di belakang rumah, mancing tiap hari,” kata dia.

Purbaya juga mengatakan ingin kembali menekuni aktivitas sebagai trader karena bidang pasar keuangan tersebut merupakan keahliannya sejak lama.

"(Soal jadi trader) itu main keahlian saya dari dulu, anak saya aja saya yang ngajarin. Dia duitnya banyak tuh, ratusan miliar duitnya," ungkapnya.

Mengaku lebih lega setelah serah terima

Purbaya mengaku proses pergantian jabatan membuatnya merasa lebih lega setelah seluruh rangkaian transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan selesai.

Ia bahkan mengatakan dapat kembali tidur lebih tenang setelah tidak lagi memikirkan kelanjutan posisi tersebut.

"Nanti malem. Nanti malem saya bisa tidur tenang gitu. Semalam masih mikir-mikir, jadi agak susah tidur. Tapi saya yakin besok udah tenang, aman," tutup Purbaya.

Setelah serah terima tersebut, Suahasil Nazara resmi menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |