Mega Science Center dan Budaya di Jatim Park 1 Kota Batu mulai trial opening 16 September 2026 dengan zona sains, teknologi, dan budaya.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Senin, September 14, 2026
![]() |
| Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1 menghadirkan wahana interaktif sains, teknologi, sejarah, dan budaya. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Jawa Timur Park Group mulai membuka trial opening Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu, pada 16 September 2026. Destinasi baru ini menggabungkan sains, teknologi, sejarah, dan budaya melalui berbagai zona interaktif yang memungkinkan pengunjung belajar sekaligus mencoba langsung.
Pengalaman dimulai dari area luar dengan Gravity Coaster sebagai salah satu daya tarik pembuka. Setelah itu, pengunjung dapat menjelajahi zona fisika, antariksa, kebencanaan, robotik dan kecerdasan buatan, budaya, serta sejarah Islam.
BACA JUGA!Mega Science Center dan Budaya di Jatim Park 1 Mulai Trial Opening 16 September 2026
Menjelajahi sains lewat instalasi interaktif
Zona Fisika dirancang untuk mengenalkan konsep sains melalui instalasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pengunjung dapat menemukan berbagai pengalaman, mulai dari koneksi tulang, listrik dan magnet, transmisi suara melalui serat optik, hingga gyroscope.
Beranjak ke Zona Antariksa, pengunjung diajak mengenal fenomena serta teknologi yang berkaitan dengan luar angkasa. Area ini dilengkapi roket, Lunar Walk, videotron planet, Tesla Coil, dan space suits atau pakaian astronot.
Pengalaman berbeda tersedia di Zona Bencana Alam melalui berbagai simulasi kebencanaan. Pengunjung dapat mencoba simulasi gempa dan angin melalui hurricane, serta menikmati sajian visual melalui Hormuz Storm Cinema dan First Twister.
![]() |
| Awal pembangunan Museum Mega Science Center di kawasan Jatim Park 1. (Dok. JTP Group) |
Robot dan AI hadir dalam pengalaman wisata
Zona Robotik dan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan sejumlah wahana berbasis teknologi. Pengunjung dapat mencoba Brain Race Car dan Jumping Grid, berinteraksi dengan robot anjing GO2, menyaksikan Robot Dance, hingga melihat robot humanoid G1.
Konsep interaktif juga menjadi bagian penting dari penyajian destinasi tersebut. Pengunjung tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan media dan teknologi yang tersedia.
BACA JUGA!Museum Mega Science Center dan Budaya di JTP 1 Kota Batu Hadirkan 617 Alat Peraga
Budaya dan sejarah ikut menjadi bagian destinasi
Mega Science Center dan Budaya juga membawa pengunjung mengenal sejarah serta warisan budaya Indonesia. Zona Budaya mencakup materi tentang Majapahit, Candi Wilwatikta, dan Wayang Potehi.
Sementara Zona Islam menyajikan informasi mengenai perkembangan sejarah Islam. Sejumlah kegiatan pendukung juga disiapkan, seperti Workshop Wayang Suket, Workshop Wayang Kardus, Show Potehi, Workshop Terakota, Show Srimulat, dan Keris Dance.
Manajer Marketing dan Public Relations Jawa Timur Park Group Titik S. Ariyanto mengatakan pendekatan utama destinasi ini adalah pembelajaran melalui pengalaman langsung.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman di mana pengunjung tidak hanya datang untuk melihat berbagai koleksi atau informasi, tetapi juga dapat mencoba, berinteraksi, dan merasakan langsung berbagai fenomena yang ada,” ujar Titik, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, sains, teknologi, dan budaya dikemas dalam bentuk pengalaman yang lebih dekat dengan pengunjung agar proses belajar terasa menyenangkan sekaligus lebih mudah dipahami.
Trial opening Mega Science Center dan Budaya menjadi bagian dari pengembangan wisata edukasi Jawa Timur Park Group di Kota Batu. Perpaduan simulasi, teknologi, sejarah, budaya, dan berbagai aktivitas interaktif membuat destinasi ini menawarkan pengalaman belajar dan hiburan dalam satu kawasan.




















































