Museum Mega Science Center dan Budaya di JTP 1 Kota Batu Hadirkan 617 Alat Peraga

3 hours ago 5

Museum Mega Science Center dan Budaya di JTP 1 Kota Batu hadirkan 617 alat peraga yang memadukan sains, sejarah, budaya, dan teknologi interaktif.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Senin, September 14, 2026

museum mega science center dan budaya di jtp 1 kota batu
Museum Mega Science Center dan Budaya di JTP 1 Kota Batu menghadirkan 617 alat peraga sains, sejarah, dan budaya. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Jatim Park Group akan meresmikan Museum Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu, pada Rabu (16/9/2026). Destinasi wisata edukasi ini menghadirkan sekitar 617 alat peraga di lahan seluas kurang lebih tiga hektare dengan konsep yang memadukan sains, teknologi, sejarah, dan budaya.

Jumlah tersebut diklaim menjadi yang terbanyak di Asia untuk museum sejenis. Pengunjung tidak hanya diajak melihat koleksi, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan berbagai alat peraga dan teknologi yang tersedia.

Manajer Marketing dan Public Relations Jatim Park Group Titik S. Ariyanto mengatakan museum tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis edukasi.

“Ini adalah salah satu konsep destinasi wisata baru yang ada di bawah naungan Jatim Park Group. Selama ini kami juga konsentrasi membangun destinasi wisata berunsur edukasi,” ujar Titik.

Perjalanan sejarah hingga budaya Islam

Pengalaman pengunjung dimulai dengan patung Pandawa yang ditempatkan sebagai simbol patriotik. Dari area tersebut, perjalanan berlanjut melalui berbagai fragmen sejarah, termasuk Perang Bharatayudha, Sumpah Palapa Patih Gajah Mada, pertarungan para raja, hingga kemenangan Pandawa.

Zona Glory of Islam kemudian menyajikan perjalanan sejarah Islam mulai dari masa Khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayyah, Abbasiyah, Mughal hingga Kekhalifahan Utsmaniyah.

Materinya juga mencakup perkembangan Islam di Eropa Barat hingga masuk ke Nusantara. Pengunjung dapat mengenal sejarah Samudera Pasai, Kesultanan Aceh, jejak awal Islam di Majapahit, Wali Songo, Kesultanan Demak, Cirebon, hingga Kerajaan Kalinyamat.

Penyampaian informasi diperkuat teknologi interaktif seperti augmented reality (AR) scan dan QR movie. Fitur tersebut memungkinkan pengunjung memperoleh informasi tambahan mengenai koleksi maupun cerita sejarah yang ditampilkan.

Museum Wilwatikta dan jejak peradaban dunia

Setelah zona sejarah Islam, perjalanan berlanjut menuju zona sejarah Tiongkok yang menampilkan berbagai peradaban dan perjalanan negeri tersebut.

Pengunjung kemudian masuk ke Museum Wilwatikta yang menampilkan sekitar 1.000 artefak budaya melalui berbagai koleksi dan patung yang menggambarkan perjalanan sejarah.

JTP Group juga melengkapi museum dengan pertunjukan budaya, termasuk wayang potehi yang kini semakin jarang ditemui. Pertunjukan Srimulat turut disiapkan sebagai bagian dari apresiasi terhadap kesenian tradisional Indonesia.

Ada zona astronomi, biologi, dan robotik

Museum Mega Science Center dan Budaya juga membawa pengunjung menjelajahi berbagai bidang ilmu pengetahuan. Pada zona astronomi, tersedia pertunjukan Tesla, ilusi optik, serta eksperimen listrik dan magnet.

Berbagai simulasi kebencanaan juga disiapkan, seperti gempa, tornado, dan jembatan gempa. Pengunjung dapat mengenal fenomena tersebut melalui pengalaman langsung.

Eksplorasi kemudian berlanjut ke zona biologi dan robotik. Di dalamnya terdapat robot anjing pintar, robot menari, permainan brain games, hingga race car yang dapat digunakan secara interaktif.

Titik mengatakan pendekatan tersebut dibuat agar proses edukasi tidak berhenti pada kegiatan melihat dan membaca.

“Hal yang dibangun oleh Jatim Park Group ini menurut kami adalah salah satu warisan, terutama budaya. Kemudian sains tidak pernah berhenti dan sains ini akan terus dipelajari sampai kita tua mengikuti perkembangan sains,” tuturnya.

Tiket mulai Rp70 ribu

Museum ini sekaligus memperluas konsep edukasi yang sebelumnya sudah menjadi bagian dari Jatim Park 1. Menurut Titik, area science center yang sebelumnya hanya sekitar satu hektare kini dikembangkan menjadi kawasan museum yang lebih besar.

“Di sini ada zona science center dengan luas sekitar satu hektare. Itu kecil, kemudian kami perbesar di Museum Mega Science Center dan Budaya,” paparnya.

Harga tiket masuk Museum Mega Science Center dan Budaya mulai Rp70 ribu. Sebelum pembukaan resmi, JTP Group juga menyiapkan program pra-pembukaan dengan mengundang pelajar di Kota Batu.

Langkah tersebut ditujukan agar masyarakat lokal menjadi salah satu kelompok pertama yang mengenal destinasi baru ini.

“Anak sekolah di Kota Batu akan kami undang dalam pra-pembukaan untuk memperkenalkan kepada mereka. Warga Batu harus tahu dulu,” kata Titik.

Ia optimistis museum tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran yang berkelanjutan karena sasaran utamanya adalah pelajar yang terus berganti setiap tahun.

“Ini adalah proses yang menurut kami strategis. Kami optimistis ini akan berlanjut seterusnya karena anak-anak sekolah itu datang, lulus, datang lagi, lulus, dan seterusnya. Mereka harus mempelajari dinamika ilmu pengetahuan yang ada di sekitar kita dan bisa dipelajari secara langsung di tempat ini,” pungkasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |