Kamboja Laporkan Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Thailand ke OPCW, 395 Orang Terdampak

3 hours ago 4

Kamboja melaporkan dugaan penggunaan senjata kimia Thailand ke OPCW setelah 395 warga sipil dan personel keamanan terdampak.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Selasa, September 15, 2026

dugaan penggunaan senjata kimia thailand di wilayah perbatasan kamboja
Kawasan permukiman di Kamboja disebut menjadi salah satu lokasi ditemukannya bukti yang terkait dugaan penggunaan zat kimia dalam konflik perbatasan. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kamboja melaporkan dugaan penggunaan senjata kimia dan zat kimia oleh militer Thailand kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) terkait konflik perbatasan yang terjadi tahun lalu.

Pengaduan tersebut diajukan pada 11 September setelah Pusat Aksi Ranjau Kamboja (Cambodian Mine Action Centre) melaporkan temuan yang disebut berdampak terhadap 395 warga sipil dan personel keamanan Kamboja.

Direktur Jenderal Cambodian Mine Action Centre Heng Ratana mengatakan zat yang diduga digunakan ditemukan di sejumlah kawasan yang dihuni masyarakat, termasuk pasar, desa, dan lahan pertanian.

Dugaan penyebaran melalui pesawat dan artileri

Menurut Heng Ratana, zat-zat tersebut diduga disebarkan menggunakan pesawat terbang dan pesawat nirawak atau drone.

Selain itu, temuan juga dikaitkan dengan penggunaan peluru artileri kaliber 155 mm dan 120 mm.

"Senjata kimia dan zat kimia telah digunakan. Dari sudut pandang teknis, keduanya merupakan istilah yang berbeda," kata Ratana sebagaimana dikutip Phnom Penh Post.

Pernyataan tersebut menjadi dasar laporan Kamboja kepada OPCW, lembaga yang menangani pelaksanaan Konvensi Senjata Kimia.

Puluhan sampel dianalisis

Cambodian Mine Action Centre menyebut telah dilakukan analisis terhadap 61 sampel kimia yang dikumpulkan pada Agustus 2025.

Dari hasil analisis itu, satu temuan diklasifikasikan sebagai senjata kimia berdasarkan Konvensi Senjata Kimia, sedangkan 22 temuan lainnya dikategorikan sebagai bahan kimia beracun atau berbahaya yang tidak dilarang dalam perjanjian tersebut.

Namun, laporan laboratorium secara lengkap serta metodologi pengambilan sampel tidak dipaparkan dalam taklimat yang menjadi dasar laporan tersebut.

Thailand bantah tuduhan Kamboja

Thailand sebelumnya telah menolak tuduhan bahwa militernya menggunakan senjata kimia dalam konflik dengan Kamboja.

Pada Juli 2025, Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan tuduhan itu "tidak berdasar" dan menilainya sebagai bagian dari kampanye disinformasi.

Angkatan Darat Kerajaan Thailand juga membantah klaim mengenai penggunaan amunisi fosfor putih. Militer Thailand menyatakan jenis amunisi tersebut tidak diklasifikasikan sebagai senjata kimia berdasarkan Konvensi Senjata Kimia.

Dengan adanya laporan terbaru kepada OPCW, dugaan penggunaan zat kimia dalam konflik perbatasan Thailand-Kamboja kembali menjadi perhatian, sementara bukti dan hasil analisis yang disampaikan Kamboja masih menjadi bagian dari proses pengaduan tersebut.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |