Menaker Yassierli Soroti Tantangan Inovasi Kemnaker: Tak Cukup Berhenti di Gagasan

9 hours ago 5

Menaker Yassierli menilai budaya inovasi penting di Kemnaker, tetapi inovasi harus diterapkan agar benar-benar meningkatkan layanan bagi masyarakat.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Agustus 12, 2026

Menaker Yassierli menyampaikan pentingnya budaya inovasi di Kemnaker
Menaker Yassierli saat menyampaikan pentingnya budaya inovasi di lingkungan Kemnaker. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai budaya inovasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kepada masyarakat.

Menurut Yassierli, kebutuhan masyarakat terhadap layanan ketenagakerjaan membuat Kemnaker harus terus beradaptasi dan mencari cara untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menutup Final Pitching Champion Hub Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2026 di Jakarta, Senin (10/8/2026).

"Budaya inovasi ini menjadi sebuah keniscayaan karena yang kita lakukan saat ini, layanan-layanan kita itu sa ngat dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat memiliki harapan yang tinggi kepada kita," ujar Yassierli.

Inovasi harus menjadi budaya kerja

Yassierli mengatakan peluang untuk memperbaiki kinerja organisasi selalu terbuka. Karena itu, setiap insan Kemnaker perlu memiliki pola pikir bahwa masih ada cara untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

"Seorang inovator itu selalu berpikir bahwa selalu ada cara untuk lebih baik," katanya.

Ia menilai pola pikir tersebut perlu diterapkan dalam budaya kerja seluruh jajaran Kemnaker. Inovasi yang lahir dari setiap unit kerja diharapkan tidak hanya memberikan manfaat internal, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat.

"Semangatnya better and better. Kita bisa melakukan lebih baik. Dampaknya bisa buat kita dan buat masyarakat," ujarnya.

Sejalan dengan semangat One Kemnaker

Budaya inovasi tersebut, kata Yassierli, juga berkaitan dengan nilai One Kemnaker yang menekankan semangat sebagai satu kementerian dengan satu tujuan dan satu kontribusi.

Dengan prinsip tersebut, inovasi dari masing-masing unit kerja tidak berdiri sendiri. Setiap gagasan perlu dipandang sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kinerja Kemnaker.

Yassierli sebelumnya menempatkan semangat inovasi sebagai salah satu wujud konkret dari core values A Nice Place to Grow yang dikembangkan di lingkungan kementerian.

Tantangan setelah inovasi adalah penerapan

Menurut Yassierli, menghasilkan gagasan baru belum menjadi akhir dari proses inovasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya manajemen perubahan atau change management agar inovasi dan perubahan yang dibawa organisasi dapat diterima oleh jajaran terkait dan benar-benar terlaksana.

"Yang menjadi tantangan setelah inovasi adalah melaksanakannya. Bagaimana change management, bagaimana inovasi dan perubahan itu kita bawa, kemudian diterima dan bisa terlaksana," tuturnya.

Dengan demikian, budaya inovasi di Kemnaker tidak berhenti pada munculnya ide baru. Bagi Yassierli, inovasi perlu berujung pada perubahan nyata yang mampu memperbaiki kinerja organisasi sekaligus meningkatkan manfaat layanan bagi masyarakat.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |