Pertalite Mulai Dibatasi, Desil 9-10 dan Mobil Mewah Dilarang Beli BBM Subsidi

6 hours ago 5

Pertalite akan dibatasi untuk desil 9-10 dan kendaraan mewah, sementara sepeda motor tetap diperbolehkan membeli BBM subsidi.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Agustus 12, 2026

Pemerintah akan mulai membatasi pembeli BBM subsidi jenis Pertalite pada kelompok desil 9-10 dan mobil mewah
Pemerintah akan mulai membatasi pembeli BBM subsidi jenis Pertalite pada kelompok desil 9-10 dan mobil mewah. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah tengah mematangkan pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat yang dinilai mampu. Kelompok desil 9 dan 10 serta kendaraan tertentu, termasuk mobil mewah, menjadi sasaran kebijakan tersebut, sementara sepeda motor tidak akan dibatasi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sistem teknologi untuk memantau penyaluran BBM subsidi milik PT Pertamina (Persero) telah diuji dan dinilai siap digunakan.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat melakukan identifikasi berdasarkan kendaraan maupun kelompok kesejahteraan masyarakat. Konsumen yang masuk desil 9 dan 10 nantinya diarahkan membeli BBM nonsubsidi seperti Pertamax.

"Nanti kan kita sedang menguji sistem, saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa saja yang di desil 9-10 tidak bisa beli yang bersubsidi. Mereka harus bayar harga Pertamax atau yang lain," kata Purbaya di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Purbaya menjelaskan, pembatasan ini bukan ditujukan untuk memangkas konsumsi BBM nasional secara tiba-tiba. Pemerintah lebih berfokus mengurangi beban subsidi dalam APBN dengan mengalihkan konsumsi masyarakat mampu ke BBM nonsubsidi.

"Konsumsi mungkin akan sama, cuma subsidi akan berkurang karena sebagian terpaksa beli yang tidak bersubsidi. Kita lihat nanti seperti apa, kita sedang pelajari sistemnya seperti apa, yang jelas saya sudah lihat sistemnya bisa dijalankan, mobil per mobil, atau desil per desil. Yang jelas kita incar adalah yang atas aja supaya mereka beli sesuai dengan kemampuan mereka," jelas Purbaya.

Kapan pembatasan Pertalite diterapkan?

Purbaya memberikan sinyal bahwa penerapan kebijakan tersebut ditargetkan berlangsung sebelum memasuki tahun anggaran berikutnya. Ia menyebut pelaksanaannya diperkirakan terjadi pada akhir 2026.

"Sebelum tahun depan. Akhir-akhir tahun lah," pungkas Purbaya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pembatasan juga akan mempertimbangkan jenis kendaraan. Kendaraan mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz menjadi contoh kendaraan yang menurutnya tidak semestinya menggunakan BBM bersubsidi.

"Jadi gini, nanti menyangkut dengan pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Keuangan) tadi. Jadi teman-teman media tolong jangan dipelintir lagi. Ini penting saya luruskan," ujar Bahlil.

Bahlil sekaligus memastikan sepeda motor tidak termasuk kendaraan yang akan dibatasi dalam pembelian Pertalite. Dengan demikian, pengguna kendaraan roda dua tetap dapat membeli BBM subsidi meski penyalurannya kepada kelompok masyarakat mampu diperketat.

“Enggak, sepeda motor enggak dibatasi kok,” kata Bahlil.

Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik

Selain membahas pembatasan Pertalite, Bahlil menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah di tengah pergerakan harga minyak mentah dunia.

Menurutnya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan. Pemerintah juga membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti pergerakan harga minyak dunia.

"Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai sekarang, kami dua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini yang paling penting. Dan kami juga merumuskan ketika harga dunia itu turun maka harga yang non-subsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun, ya turun. Kalau naik, ya terkoreksi juga untuk kenaikan," tegas Bahlil.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |