Uganda resmi bebas Ebola setelah 42 hari tanpa kasus baru. Wabah Ebola berakhir, WHO, Uganda, dan virus Ebola jadi sorotan.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Rabu, Juli 29, 2026
![]() |
| Uganda resmi menyatakan bebas Ebola setelah menyelesaikan masa pemantauan 42 hari tanpa muncul kasus baru. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Uganda secara resmi mengumumkan berakhirnya wabah Ebola yang sempat melanda negara tersebut. Status bebas Ebola ditetapkan setelah tidak ditemukan kasus baru selama masa pemantauan wajib yang berlangsung selama 42 hari.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Uganda, Chris Baryomunsi, di ibu kota Kampala pada Selasa (28/7/2026). Pernyataan tersebut menandai berakhirnya penanganan wabah Ebola 2026 di negara Afrika Timur tersebut.
"Kementerian Kesehatan dengan senang hati mengumumkan bahwa Uganda secara resmi telah menyatakan berakhirnya wabah Penyakit Ebola 2026. Uganda bebas Ebola."
Keputusan tersebut diambil setelah masa observasi selama 42 hari selesai dijalankan usai pasien Ebola terakhir dipulangkan dari fasilitas karantina. Selama periode pemantauan itu, otoritas kesehatan tidak menemukan adanya tambahan kasus baru.
Tidak ada kasus baru sejak Juni
Pejabat kesehatan Uganda menyebutkan bahwa laporan terakhir mengenai pasien Ebola berasal dari Juni 2026. Setelah pasien terakhir dinyatakan selesai menjalani perawatan dan keluar dari karantina, tidak lagi ditemukan penularan baru hingga masa pemantauan berakhir.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional pada Mei 2026.
Wabah menginfeksi 20 orang
Wabah Ebola kali ini berasal dari bagian timur Republik Demokratik Kongo. Berdasarkan data yang disampaikan, penyakit tersebut menginfeksi 20 orang dan menyebabkan dua kematian.
Ebola merupakan penyakit akibat infeksi virus yang bersifat serius dan memiliki tingkat kematian tinggi. Penyakit ini pertama kali dikenali pada 1976 dan diyakini berasal dari hewan liar, terutama kelelawar, sebelum akhirnya menular kepada manusia.
Penularan dan gejala Ebola
Virus Ebola menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, muntahan, air mani, maupun benda yang telah terkontaminasi, termasuk pakaian dan perlengkapan tidur.
Seseorang mulai dapat menularkan virus ketika gejala telah muncul. Beberapa tanda yang umum dialami antara lain demam, muntah, diare, tubuh terasa sangat lemah, nyeri otot, hingga perdarahan internal maupun eksternal pada kondisi yang berat.
Wabah yang baru saja dinyatakan berakhir di Uganda dipicu oleh strain Bundibugyo, yang pertama kali teridentifikasi di negara tersebut pada 2007. Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk strain tersebut.



















































