Panjat tebing Indonesia membidik 2 emas Asian Games 2026 usai sukses Olimpiade Paris 2024, dengan target nomor speed dan lead.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Rabu, Juli 29, 2026
![]() |
| Atlet Panjat Tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, saat meraih medali emas pada Olimpiade Paris 2024. (Dok. NOC Indonesia) |
PEWARTA.CO.ID — Prestasi gemilang panjat tebing Indonesia di Olimpiade Paris 2024 menjadi modal penting untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Cabang olahraga yang berhasil menyumbangkan medali emas tersebut kini memasang target tinggi dengan membidik dua medali emas di ajang multicabang Asia.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, terus memantau kesiapan berbagai cabang olahraga nasional. Salah satu yang dikunjungi adalah pemusatan latihan nasional (pelatnas) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di Bekasi.
CdM pastikan kesiapan tim panjat tebing
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan kontingen Indonesia, khususnya dalam memastikan berbagai kebutuhan nonteknis sebelum para atlet bertolak ke Jepang.
Todotua menyebut, pertemuan langsung dengan pengurus, atlet, serta tim ofisial penting dilakukan agar seluruh kebutuhan pendukung dapat teridentifikasi sejak awal.
"Kami ingin memastikan seluruh aspek nonteknis dapat dipersiapkan dengan baik. Mulai dari keberangkatan, akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan khusus setiap cabang olahraga agar atlet dapat fokus bertanding dan tampil maksimal," ujar Todotua di lokasi pusat pelatihan Panjat Tebing, Bekasi.
Menurutnya, penentuan target perolehan medali merupakan kewenangan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia). Namun, ia melihat adanya optimisme besar dari seluruh cabang olahraga yang akan berlaga.
Todotua menilai para atlet dan tim pelatih memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.
"Kami melihat level of confidence dari atlet maupun cabang olahraga sangat baik. Setiap cabang olahraga memiliki tekad besar memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia. Harapannya, hasil yang diraih nanti bahkan bisa melampaui target," ujarnya.
Sekretaris Jenderal FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyambut positif kedatangan CdM ke pelatnas. Ia mengatakan perhatian tersebut memberikan tambahan motivasi bagi atlet dan pelatih yang sedang menjalani persiapan menuju Asian Games 2026.
"Kehadiran CdM menjadi tambahan semangat bagi atlet dan tim pelatih. Kami berharap ini menjadi energi positif untuk menghadapi Asian Games," ujarnya.
Target dua emas dari nomor speed dan lead
Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia, Aries Susanti, memastikan target utama pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 adalah membawa pulang dua medali emas.
Dua peluang emas tersebut diharapkan datang dari nomor speed dan lead. Meski demikian, Indonesia masih memiliki kesempatan menambah koleksi medali dari nomor lainnya.
"Target kami tetap dua medali emas, dari nomor speed dan lead. Kami juga masih memiliki peluang dari nomor lain. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia agar atlet-atlet kami bisa memberikan yang terbaik untuk Merah Putih," ujar Aries yang merupakan peraih medali emas lead putri Tim Indonesia di Asian Games 2018 itu.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat persaingan panjat tebing tingkat Asia semakin berkembang. Sejumlah negara seperti China, Kazakhstan, Iran, Jepang, dan Thailand kini memiliki kekuatan besar yang perlu diwaspadai.
Veddriq Leonardo optimistis hadapi persaingan
Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, turut memberikan respons positif atas kunjungan CdM Todotua Pasaribu ke pelatnas panjat tebing.
Menurut Veddriq, perhatian langsung dari CdM menjadi dukungan moral bagi para atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi besar di Asia.
"Terima kasih kepada Chef de Mission Asian Games yang telah mengunjungi pelatnas panjat tebing. Kehadiran beliau menjadi salah satu bentuk dukungan bagi tim nasional dan menambah semangat kami untuk memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia," kata Veddriq.
Veddriq mengakui persaingan nomor speed pada Asian Games 2026 diprediksi berlangsung lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Selain negara-negara kuat yang sudah menjadi pesaing utama, beberapa negara lain juga menunjukkan perkembangan signifikan.
Selain itu, seluruh atlet harus melewati tahapan kualifikasi sebelum tampil di Asian Games kali ini. Kondisi tersebut membuat persaingan menuju podium semakin terbuka dan kompetitif.
Meski menghadapi lawan berat, Veddriq tetap percaya peluang Indonesia untuk meraih medali masih sangat besar.
"Indonesia masih berada di zona podium. Tinggal bagaimana kesiapan mental saat hari pertandingan. Secara kemampuan kami cukup merata, sekarang tinggal membuktikannya di arena," ujarnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, panjat tebing Indonesia berharap dapat kembali mencatatkan sejarah dan mempersembahkan prestasi terbaik untuk Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.



















































