Prabowo Perintahkan BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca Hadapi El Nino dan Musim Kemarau 2026

13 hours ago 7

Prabowo perintahkan BMKG perkuat modifikasi cuaca hadapi El Nino, musim kemarau 2026, pengisian waduk, dan cegah karhutla.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Juli 29, 2026

prabowo instruksikan bmkg perkuat modifikasi cuaca hadapi el nino dan musim kemarau
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan BMKG memperkuat operasi modifikasi cuaca untuk pengisian waduk dan pencegahan karhutla saat El Nino dan musim kemarau 2026. (Ilustrasi/Canva)

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino pada tahun ini. Salah satu langkah yang ditekankan ialah memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sekaligus mendukung pengisian waduk di berbagai daerah.

Arahan tersebut disampaikan saat Presiden memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Langkah itu ditujukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG diminta optimalkan operasi modifikasi cuaca

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan pihaknya akan mengintensifkan dukungan menghadapi musim kemarau yang beriringan dengan El Nino. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan cadangan air di waduk serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah.

“Jadi ada dua, yaitu terkait dengan ketersediaan air melalui waduk-waduk, pengisian waduk dengan modifikasi cuaca dan sebagainya. Juga dengan, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan melalui pembasahan dari lahan-lahan yang mudah terbakar ini melalui modifikasi cuaca. Tadi diperkuat banyak tentang modifikasi cuaca,” jelasnya.

Menurut Faisal, terdapat enam provinsi yang menjadi prioritas pelaksanaan operasi tersebut, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Operasi modifikasi cuaca akan dilakukan secara berkala untuk menjaga kelembapan lahan gambut sehingga tidak mudah terbakar saat musim kemarau.

“Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana, agar dia tidak mudah terbakar. Termasuk kita melakukan di Kepulauan Riau juga untuk modifikasi cuaca, dan juga di Aceh, beberapa tempat secara situasional tergantung situasi dan kondisi,” ungkapnya.

Pengisian waduk jadi bagian strategi antisipasi kekeringan

Selain difokuskan untuk menekan potensi karhutla, operasi modifikasi cuaca juga akan dimanfaatkan guna membantu pengisian air di sejumlah waduk di Indonesia.

Pelaksanaannya melibatkan kerja sama BMKG dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta pihak swasta agar pasokan air tetap tersedia untuk berbagai kebutuhan.

“Untuk kekeringan, BMKG melakukan beberapa modifikasi cuaca, bekerja sama dengan BNPB, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, dan juga dengan swasta untuk pengisian waduk. Pengisian waduk-waduk yang ada di Indonesia, kita punya 240 waduk, beberapa memang tidak semua itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih,” ujarnya.

Pemerintah utamakan langkah pencegahan

Faisal menegaskan strategi yang dijalankan pemerintah kini lebih mengedepankan pencegahan dibanding hanya menangani kebakaran setelah muncul titik api.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan menjaga kondisi lahan tetap lembap melalui modifikasi cuaca sebelum risiko kebakaran meningkat.

“Tidak hanya kita menunggu adanya titik api, kemudian kita padamkan dengan waterbombing, kemudian dengan pemadam yang disemprot, dan sebagainya. Namun, ketika permukaan air tanahnya sudah menurun, itu dilakukan modifikasi cuaca yang dapat menjatuhkan jutaan kubik air, dan kemudian dapat menjenuhkan daerah tersebut. Sehingga sekarang kita lihat bahwa untuk kebakaran hutan dan lahan relatif lebih dapat dikendalikan dibanding sebelum 2015,” pungkasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |