Pemain Timnas Inggris disebut boleh memakai Viagra saat menghadapi Meksiko di Stadion Azteca. Simak alasan selengkapnya terkait penggunaan obat ini.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Juli 05, 2026
![]() |
| Pemain Timnas Inggris Boleh Pakai Viagra saat Lawan Meksiko di Stadion Azteca? Ini Alasannya |
PEWARTA.CO.ID — Timnas Inggris dikabarkan memiliki opsi menggunakan Viagra untuk membantu proses adaptasi saat menghadapi Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan kondisi Stadion Azteca yang berada di dataran tinggi dan berpotensi memengaruhi performa pemain.
Laga Inggris kontra Meksiko dijadwalkan berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, pada Senin (6/7/2026) pagi. Stadion legendaris tersebut berada di ketinggian lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi tim tamu yang belum terbiasa dengan kondisi tersebut.
Viagra disebut bisa membantu adaptasi di dataran tinggi
Berdasarkan laporan The Sun pada Minggu (5/7/2026), para pemain Inggris diperbolehkan menggunakan Viagra apabila dibutuhkan untuk membantu menghadapi dampak bermain di wilayah berketinggian ekstrem.
Penggunaan obat tersebut tidak melanggar aturan antidoping. Viagra diketahui tidak termasuk dalam daftar zat yang dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (World Anti-Doping Agency/WADA) untuk tahun 2026.
Sejumlah penelitian menyebutkan Viagra dapat membantu mengurangi tekanan darah pada paru-paru. Efek tersebut dinilai mampu mengurangi keluhan seperti rasa lelah maupun pusing yang kerap dialami seseorang saat berada di dataran tinggi.
Meski demikian, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa skuad Inggris benar-benar akan mengonsumsi Viagra selama berada di Mexico City. Obat tersebut selama ini lebih dikenal sebagai terapi untuk mengatasi disfungsi ereksi.
Namun, pelatih Thomas Tuchel disebut akan mempertimbangkan berbagai cara agar anak asuhnya mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrem sebelum pertandingan berlangsung.
Ketinggian Stadion Azteca menjadi tantangan besar
Bermain di Stadion Azteca bukan hanya soal menghadapi kekuatan Meksiko, tetapi juga kondisi alam yang berbeda dibandingkan stadion pada umumnya.
Pada ketinggian lebih dari 2.200 meter, pergerakan bola cenderung melaju lebih jauh. Selain itu, aktivitas berlari sepanjang pertandingan juga menjadi lebih menguras tenaga karena kadar oksigen yang lebih rendah.
Situasi tersebut menjadi keuntungan bagi Meksiko yang sudah terbiasa bermain di kandang sendiri. Dalam kurun waktu 56 tahun, Timnas Meksiko hanya menelan dua kekalahan saat bermain di Stadion Azteca.
Di sisi lain, Inggris memiliki waktu adaptasi yang sangat terbatas. Setelah terbang menuju Mexico City pada Jumat, skuad asuhan Thomas Tuchel hanya memiliki sekitar dua hari untuk menyesuaikan kondisi fisik sebelum pertandingan dimulai.
Lokasi hotel Timnas Inggris dirahasiakan
Selain mempersiapkan kondisi fisik pemain, Timnas Inggris juga menerapkan langkah pengamanan selama berada di Mexico City.
Sebelumnya, skuad Inggris kembali lebih dulu ke markas latihan mereka di Kansas City usai mengalahkan Republik Demokratik Kongo di Atlanta pada Rabu. Keputusan itu diambil agar Thomas Tuchel dapat mematangkan strategi tim di lokasi yang lebih netral.
Saat rombongan bertolak ke Mexico City, lokasi hotel yang digunakan sengaja dirahasiakan. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari gangguan dari pendukung tuan rumah yang dikhawatirkan dapat mengganggu waktu istirahat para pemain.
FIFA bahkan telah menyetujui pemasangan penghalang jalan di sekitar hotel. Kebijakan itu diambil setelah sebelumnya para pemain Ekuador mengalami gangguan akibat suara bising dan benturan di sekitar tempat menginap mereka sebelum akhirnya kalah dari Meksiko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.



















































