Simak 4 fakta dugaan rekayasa keuangan PT Pos Indonesia. Danantara mengungkap temuan, membenahi Pos Indonesia, dan Dirut resmi mundur.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Juli 05, 2026
![]() |
| 4 Fakta Dugaan Rekayasa Keuangan PT Pos Indonesia, Danantara Bongkar Temuan hingga Dirut Resmi Mundur |
PEWARTA.CO.ID — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkap adanya berbagai persoalan yang membebani PT Pos Indonesia (Persero) setelah melakukan proses evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan pelat merah tersebut. Salah satu temuan yang menjadi sorotan ialah dugaan rekayasa keuangan yang disebut telah berlangsung dan terakumulasi selama bertahun-tahun.
Di saat proses pembenahan berjalan, Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, juga memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Danantara kini menyiapkan kepemimpinan baru untuk meneruskan agenda transformasi dan restrukturisasi perusahaan.
Berikut rangkuman empat fakta penting terkait dugaan penyimpangan di PT Pos Indonesia.
1. Danantara menemukan dugaan rekayasa keuangan
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengungkapkan bahwa hasil due diligence dan evaluasi menunjukkan adanya sejumlah persoalan pada aspek keuangan maupun tata kelola perusahaan.
Selain itu, terdapat laporan beserta indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan. Saat ini, seluruh temuan tersebut sedang diproses melalui audit serta investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Danantara menegaskan seluruh persoalan yang selama ini membebani perusahaan akan diselesaikan secara bertahap. Tidak ada toleransi terhadap praktik yang merusak tata kelola perusahaan," ujar Rohan dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).
2. Fokus pembenahan untuk memulihkan Pos Indonesia
Danantara memastikan setiap temuan akan diproses secara profesional, transparan, dan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.
Menurut Rohan, langkah pembenahan diarahkan agar PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, serta memiliki integritas tinggi sehingga mampu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
3. Danantara siapkan pengganti Direktur Utama
Di tengah proses evaluasi tersebut, Danantara juga telah menerima surat pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, pada Senin (29/6).
Rohan menjelaskan bahwa selama kurang lebih tiga bulan terakhir, Daud Joseph mendapat mandat memimpin proses pembenahan perusahaan melalui due diligence yang mencakup aspek keuangan, operasional, tata kelola, hingga organisasi.
"Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental. Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya," kata Rohan.
Pernyataan tersebut menjadi dasar bagi Danantara untuk menyiapkan sosok baru yang akan memimpin tahapan transformasi berikutnya.
4. Daud Joseph resmi mengundurkan diri
Daud Joseph diketahui secara resmi mengajukan pengunduran diri sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia pada 2 Juli 2026. Pengunduran diri itu terjadi tidak lama setelah pemerintah menggabungkan sejumlah BUMN logistik ke dalam satu ekosistem.
Corporate Secretary Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menyampaikan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berasal dari pertimbangan pribadi Daud Joseph. Meski demikian, proses pergantian kepemimpinan akan tetap dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola perusahaan.
"Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," ujarnya dalam Holding Statement Perseroan, Kamis (2/7/2026).
Pos Indonesia juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi Daud Joseph selama memimpin perusahaan.
Iwan menegaskan bahwa aktivitas operasional perusahaan tetap berjalan normal selama proses transisi berlangsung sehingga pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan tidak terganggu.
Sebagai bagian dari Danantara, PT Pos Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat pemegang saham, meningkatkan kinerja perusahaan, serta melanjutkan berbagai program strategis yang telah direncanakan.
"PT Pos Indonesia menegaskan bahwa saat ini kondisi operasional tetap berjalan lancar dan baik. Seluruh pelaksanaan program transformasi dan agenda strategis Perusahaan terus berjalan sesuai rencana Perusahaan," tutup Iwan.
Penggabungan tujuh BUMN logistik
Sebelumnya, pemerintah melalui BPI Danantara meresmikan penggabungan tujuh BUMN yang bergerak di sektor logistik. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global.
Tujuh perusahaan yang tergabung dalam ekosistem tersebut meliputi Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.
Dalam proses transisi itu, PT Multi Terminal Indonesia ditetapkan sebagai surviving entity atau entitas yang menjadi wadah bagi ketujuh perusahaan selama tahapan integrasi berlangsung.



















































