Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus pada Minggu, 5 Juli 2026 pagi ini dengan kolom abu 1.400 meter. Berikut imbauan resmi PVMBG untuk warha terdampak.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Juli 05, 2026
![]() |
| Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Minggu 5 Juli 2026 Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.400 Meter |
PEWARTA.CO.ID — Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu (5/7/2026) pagi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi di atas puncak gunung.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada informasi mengenai dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas vulkanik tersebut.
Erupsi terjadi pukul 07.04 WITA
Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki berlangsung pada pukul 07.04 WITA.
"Tinggi kolom abu teramati ± 1.400 m di atas puncak," tulis Badan Geologi dalam keterangan resminya.
PVMBG menjelaskan, kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Sebaran abu terpantau bergerak mengarah ke wilayah utara dan timur laut dari kawah.
Selain itu, aktivitas letusan juga tercatat oleh alat pemantau kegempaan.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi ± 1 menit 14 detik," ujarnya.
Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer
Menyusul erupsi tersebut, PVMBG kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di area yang berada dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Imbauan itu juga berlaku bagi wisatawan maupun pengunjung yang berada di sekitar kawasan gunung guna menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.
Waspadai potensi banjir lahar hujan
Selain ancaman erupsi, PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir lahar hujan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Potensi tersebut dapat terjadi di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
PVMBG juga meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.
Gunakan masker saat terjadi hujan abu
Bagi warga yang terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG mengimbau agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Di sisi lain, koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki.
“Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung,” demikian keterangan PVMBG.



















































