Kisah Letda Laut Zul Arsyi, Anak Petani yang Sempat Gagal Seleksi TNI Kini Dilantik Prabowo Jadi Perwira

10 hours ago 14

Kisah Letda Laut Zul Arsyi, anak petani yang gagal seleksi TNI, akhirnya dilantik Prabowo menjadi perwira TNI AL usai lulus Akademi Angkatan Laut.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Juli 23, 2026

Kisah Letda Laut Zul Arsyi, Anak Petani yang Sempat Gagal Seleksi TNI Kini Dilantik Prabowo Jadi Perwira
Kisah Letda Laut Zul Arsyi, Anak Petani yang Sempat Gagal Seleksi TNI Kini Dilantik Prabowo Jadi Perwira

PEWARTA.CO.ID — Perjuangan panjang Letda Laut (T) Zul Arsyi akhirnya berbuah manis. Putra seorang petani asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai perwira TNI Angkatan Laut di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026).

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan. Sebelum berhasil menyelesaikan pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL), Zul diketahui beberapa kali belum berhasil melewati proses seleksi masuk TNI.

Berkali-kali gagal sebelum menjadi perwira

Perjalanan Zul menuju pelantikan di Istana Negara tidak berlangsung mulus. Ia pernah mengikuti seleksi TNI melalui jalur tamtama maupun bintara, namun selalu gagal.

Meski demikian, kegagalan yang dialaminya tidak membuat semangatnya surut. Ia terus mencoba hingga akhirnya berhasil diterima di Akademi Angkatan Laut dan menyelesaikan pendidikan sebagai calon perwira.

“Saya sendiri merasa sangat bangga, saya tidak menyangka bisa berdiri di sini. Saya sempat ikut tes beberapa kali, baik itu catam maupun caba dan saya tidak lolos. Saya tidak pernah bermimpi untuk berada di titik ini. Semua berkat kedua orang tua, berkat doa kedua orang tua saya. Bukan saya yang kuat, tapi doa ibu saya yang hebat,” ujar Zul di Istana Negara, dikutip, Kamis (23/7/2026).

Pesan Presiden Prabowo yang paling membekas

Di balik rasa syukurnya, Zul mengaku ada pesan Presiden Prabowo Subianto saat taklimat pelantikan yang paling membekas dalam ingatannya.

Pesan tersebut, menurutnya, akan menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai seorang perwira TNI Angkatan Laut.

“Yang paling mengena di hati saya pesan dari Bapak Prabowo adalah untuk selalu tentara itu menjaga rakyat, selalu mengabdi kepada bangsa dan negara,” katanya.

Optimistis terhadap Indonesia Emas 2045

Selain mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya, Zul juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia mampu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Ia menilai berbagai program pemerintah yang saat ini berjalan, terutama di bidang ketahanan pangan dan energi, menjadi bagian penting dalam mendukung target tersebut.

“Mungkin untuk Indonesia dengan semboyan Indonesia Emas 2045 dimulai dari Bapak Prabowo seperti dengan menguatkan pada pangan, dengan salah satunya yaitu bahan bakar alternatif B50, salah satu batu loncatan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Jarak dengan keluarga menjadi tantangan terbesar

Selama menjalani pendidikan di Akademi Angkatan Laut, Zul mengaku tantangan paling berat bukan berasal dari latihan fisik maupun materi pendidikan.

Baginya, harus berjauhan dengan keluarga menjadi pengorbanan terbesar selama menempuh pendidikan.

Kini, seluruh perjuangan itu berbuah kebanggaan. Zul tercatat sebagai perwira TNI Angkatan Laut pertama yang berasal dari kampung halamannya di Sumbawa.

“Mungkin suatu kebanggaan bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga tetangga maupun saudara-saudara saya di kampung,”ujarnya.

Tangis haru orang tua saat menyaksikan pelantikan

Momen pelantikan Zul juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kedua orang tuanya, Muhammad Akhyar dan Silvasari, yang hadir langsung menyaksikan prosesi tersebut di Istana Negara.

Silvasari mengaku tidak pernah membayangkan putranya mampu mewujudkan cita-cita yang dahulu terasa begitu jauh.

“Merasa bangga, bangga ya. Sukses selalu untuk anak, apa yang dicita-citakan tercapai. Luar biasa, nggak nyangka,” ujarnya sambil menahan tangis.

Sementara itu, Muhammad Akhyar berharap putranya dapat menjalankan tugas sebagai perwira dengan penuh dedikasi serta mengamalkan pesan yang disampaikan Presiden Prabowo.

“Semoga menjadi perwira yang lebih baik, mengabdi kepada negara terus. Pesan Pak Presiden ada satu, jadilah tentara yang kuat, yang bisa membanggakan bangsa dan negara,” katanya.

Petani rasakan manfaat program swasembada pangan

Muhammad Akhyar yang berprofesi sebagai petani di Sumbawa turut menyampaikan pandangannya mengenai program swasembada pangan yang sedang dijalankan pemerintah.

Ia mengaku merasakan dampak positif terhadap hasil pertanian, termasuk meningkatnya harga komoditas hasil bumi.

“Saya dari petani, Sumbawa. Alhamdulillah dengan program swasembada pangan hasil tani kita lumayan bagus, harga-harga dari hasil bumi itu melonjak tinggi, bagus sekali ya,” ujarnya.

Ia berharap kebijakan pemerintah yang mendukung sektor pertanian terus dilanjutkan agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

“Semoga Indonesia lebih baik lagi,” tutupnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |