Viral Video Rekaman Pribadi Diduga Milik Guru PPPK Jembrana Tersebar, Polisi Buru Pelaku Penyebar Konten

19 hours ago 9

Viral video rekaman pribadi diduga milik guru PPPK Jembrana tersebar. Polisi memburu pelaku penyebar konten dan menyelidiki asal-usul rekaman.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Juli 09, 2026

Viral Video Rekaman Pribadi Diduga Milik Guru PPPK Jembrana Tersebar, Polisi Buru Pelaku Penyebar Konten
Ilustrasi. Pewarta.co.id

PEWARTA.CO.ID — Aparat kepolisian tengah menyelidiki beredarnya sebuah video pribadi yang viral di media sosial dan diduga melibatkan seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Jembrana, Bali. Fokus penyelidikan saat ini diarahkan untuk mengungkap asal-usul rekaman hingga bisa tersebar ke publik tanpa izin pihak yang bersangkutan.

Kasus tersebut mencuri perhatian publik setelah sebuah akun media sosial mengunggah potongan video disertai narasi yang menyebut perempuan dalam rekaman merupakan guru PPPK yang mengajar di salah satu sekolah dasar di Jembrana.

MASIH TERKAIT!

Video Hot Guru PPPK di Jembrana Bali 4 Menit 30 Detik Viral, Polisi Kejar Mantan Suami yang Diduga Sengaja Rekam VCS

Polisi dalami asal penyebaran video

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana membenarkan pihaknya telah menangani perkara tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, identitas perempuan dalam video diduga sesuai dengan informasi yang ramai beredar di media sosial.

Penyidik menduga video tersebut bukan rekaman yang baru dibuat. Rekaman itu disebut berasal dari tahun 2024 ketika perempuan tersebut masih berstatus sebagai istri sah dari pria yang menjadi lawan bicaranya dalam panggilan video.

“Yang bersangkutan pernah melakukan video call dengan suaminya di tahun 2024. (Namun) saat video itu viral, status keduanya sudah resmi bercerai,” ujar AKP I Gede Alit Darmana saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).

Polisi juga mendalami dugaan bahwa perempuan tersebut tidak mengetahui panggilan video itu direkam. Karena itu, penyelidikan tidak hanya berfokus pada pihak yang menyebarkan video, tetapi juga siapa yang pertama kali merekam, menyimpan, hingga menguasai rekaman pribadi tersebut.

RELEVAN DIBACA!

Heboh Video Guru PPPK Jembrana Bali Berdurasi 4 Menit 30 Detik, Rekaman VCS Diduga Disebar Mantan Suami

Mantan suami masih dicari

Dalam proses penyelidikan, polisi masih berupaya menemukan pria yang diduga menjadi lawan bicara perempuan dalam video tersebut. Berdasarkan informasi terakhir, pria itu diketahui berada di wilayah Denpasar.

Namun hingga kini, penyidik belum berhasil meminta keterangannya karena nomor telepon yang bersangkutan sudah tidak aktif.

“Kita masih kejar karena handphone yang bersangkutan dalam kondisi tidak aktif. Posisi terakhir yang kami ketahui berada di Denpasar. Kami ingin memperoleh klarifikasi langsung dari yang bersangkutan untuk perkembangan penanganan perkara ini,” jelasnya.

Keterangan dari pria tersebut dinilai penting untuk membantu mengungkap bagaimana rekaman pribadi itu dapat tersimpan dan akhirnya beredar luas di media sosial.

Penyelidikan masih berlangsung

Selain menelusuri keberadaan pria tersebut, penyidik juga memeriksa jalur penyebaran video, termasuk asal rekaman yang diunggah pertama kali oleh akun media sosial yang membuat kasus ini menjadi viral.

Polisi masih menyusun kronologi lengkap, mulai dari proses pembuatan video, hubungan para pihak saat rekaman dibuat, hingga pihak yang pertama kali menyebarkan file tersebut ke ruang publik.

Meski status perempuan dalam video sebagai guru PPPK menjadi sorotan masyarakat, kepolisian menegaskan proses hukum tetap mengedepankan pembuktian, terutama terkait dugaan penyebaran rekaman pribadi tanpa persetujuan pemiliknya.

Hingga saat ini, penyidik belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas viralnya video tersebut. Proses penyelidikan masih terus berjalan sembari menunggu keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ikut menyimpan, membagikan, maupun menyebarluaskan video tersebut. Publik diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap secara hukum.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |