Rekaman asli video mesum Wakatobi 6 menit 11 detik beredar luas, sementara dua pemeran kabarnya dikenakan wajib lapor dan masih diselidiki polisi.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Jumat, September 18, 2026
![]() |
| Ilustrasi peredaran rekaman video mesum berdurasi 6 menit 11 detik yang tengah menjadi perhatian di Wakatobi. (Dok. PEWARTA) |
PEWARTA.CO.ID — Rekaman video mesum berdurasi 6 menit 11 detik yang dikaitkan dengan warga Wakatobi, Sulawesi Tenggara, beredar luas melalui WhatsApp dan memicu perhatian di tengah masyarakat. Polisi kini menyelidiki identitas dua pemeran, lokasi perekaman, serta pihak yang menyebarkan video tersebut.
Dua orang yang diduga berkaitan dengan rekaman itu disebut telah dimintai keterangan awal dan kabarnya dikenakan wajib lapor. Namun, sejumlah informasi yang beredar mengenai identitas, asal, dan hubungan kedua pemeran masih belum memperoleh kepastian resmi.
Polisi mulai menelusuri video yang beredar
Polres Wakatobi mulai melakukan penyelidikan setelah rekaman tersebut beredar sejak Selasa (15/9/2026). Video itu disebut menampilkan dua orang dalam sebuah ruangan berdinding hijau yang diduga merupakan kamar indekos.
Kasat Reskrim Polres Wakatobi AKP Risman mengatakan pihaknya masih berada dalam tahap awal penanganan perkara tersebut.
“Kami baru monitor. Kami baru tahap penyelidikan terkait hal tersebut,” kata Risman.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai video yang diduga direkam di sebuah indekos, Risman menyebut pihaknya belum menerima laporan resmi. “Maaf, kami masih ada kegiatan di luar Wakatobi dan kami belum mengetahuinya, maaf,” ujarnya.
Dua pemeran kabarnya dikenakan wajib lapor
Seksi Humas Polres Wakatobi juga masih mengumpulkan data dari fungsi terkait untuk memastikan informasi yang berkembang mengenai rekaman tersebut.
Kasi Humas Polres Wakatobi Aiptu Asbar mengatakan informasi mengenai perkara itu masih belum lengkap. “Datanya belum kami terima dari fungsi terkait. Masih kabar angin,” kata Asbar.
Meski demikian, aparat disebut telah mengambil langkah awal dengan meminta keterangan dari pihak yang diduga menjadi pemeran dalam video. “Infonya tadi wajib lapor,” ujar Asbar.
Keterangan tersebut belum menjelaskan secara rinci status hukum kedua orang yang dimintai keterangan. Penanganan perkara masih dalam tahap penyelidikan.
Identitas pemeran masih berupa dugaan
Informasi mengenai identitas dua orang dalam rekaman berkembang di tengah masyarakat. Seorang warga Kecamatan Wangiwangi yang enggan disebutkan namanya mengklaim keduanya merupakan warga lokal.
“Benar adanya dua-duanya orang Wanci. Yang cewek orang Wandoka. Yang cowok orang Topa Wanci,” kata warga tersebut.
Keterangan tersebut belum menjadi konfirmasi resmi dari kepolisian. Karena itu, identitas kedua pemeran masih harus menunggu hasil pendalaman aparat.
Warga yang sama juga menyampaikan kabar bahwa kedua orang tersebut telah menikah. “Tapi, info tentang mereka sudah menikah. Itu saya hanya dengar kabar dari luar saja,” ujarnya.
Polisi hingga kini masih mendalami informasi mengenai status hubungan kedua orang tersebut.
Lokasi dan asal rekaman belum dipastikan
Video yang beredar memperlihatkan latar ruangan dengan dinding berwarna hijau. Tempat itu disebut-sebut merupakan kamar indekos, tetapi belum ada kepastian resmi mengenai lokasi sebenarnya.
Polisi juga masih menelusuri asal rekaman dan pihak yang pertama kali membagikannya. Informasi tersebut menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berjalan.
Seorang warga mengatakan bahasa yang digunakan dalam video merupakan bahasa daerah setempat. “Benar, bahasa yang dipakai dalam video itu bahasa daerah setempat,” ujarnya.
Meski demikian, penggunaan bahasa daerah tidak serta-merta membuktikan identitas maupun asal kedua pemeran. Kepolisian masih memerlukan verifikasi atas informasi tersebut.
Informasi viral perlu disikapi dengan hati-hati
Munculnya berbagai klaim mengenai “rekaman asli” video yang beredar tidak otomatis berarti seluruh informasi yang menyertainya telah terverifikasi. Dalam kasus ini, polisi sendiri masih menelusuri identitas pemeran, lokasi kejadian, status hubungan kedua pihak, serta sumber penyebaran rekaman.
Karena itu, pengguna media sosial sebaiknya tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan kembali informasi yang belum dikonfirmasi. Penyebaran rekaman bermuatan sensitif juga dapat memperluas dampak terhadap orang-orang yang ada di dalamnya.
Pencarian terhadap tautan atau video yang mengatasnamakan rekaman asli juga perlu diwaspadai karena sumber yang tidak jelas dapat membawa pengguna ke tautan yang tidak sesuai dengan klaimnya. Pengguna sebaiknya tidak sembarangan membuka tautan, mengunduh file, maupun memberikan data pribadi demi mengakses konten yang sedang ramai diperbincangkan.
Sampai saat ini, Polres Wakatobi masih memproses informasi mengenai identitas kedua pemeran, lokasi perekaman, status hubungan mereka, serta pihak yang menyebarkan video. Dengan demikian, informasi yang beredar di jagat maya masih perlu dipisahkan dari fakta yang telah dikonfirmasi secara resmi.
***
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun sebagai informasi atas isu yang tengah menjadi perhatian publik sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan digital dan ketentuan hukum yang berlaku. Demi menjaga etika jurnalistik, redaksi tidak memuat, menyebarluaskan, menautkan, maupun menguraikan secara detail konten bermuatan pornografi yang beredar di berbagai platform digital.



















































