UM Pamerkan Inovasi di Museum Mega Science Center JTP 1, Ada AI hingga Solar Smart Cold Storage

6 hours ago 9

UM pamerkan inovasi di Museum Mega Science Center JTP 1, mulai dari AI Smile Happines Index hingga solar smart cold storage dan Al-Qur’an braille.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Kamis, September 17, 2026

inovasi Universitas Negeri Malang di Mega Science Center JTP 1
Universitas Negeri Malang menampilkan sejumlah produk inovasi dan karya akademik dalam Trial Opening Museum Mega Science Center dan Budaya JTP 1. (Dok. UM)

PEWARTA.CO.ID — Universitas Negeri Malang (UM) menampilkan sejumlah inovasi dan karya akademik dalam Trial Opening Museum Mega Science Center dan Budaya di Jawa Timur Park 1 (JTP 1), Kota Batu, Rabu (16/9/2026).

Keterlibatan UM menjadi bagian dari kolaborasi pendidikan, inovasi, dan pariwisata yang membuka akses bagi masyarakat untuk mengenal hasil pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Keikutsertaan tersebut berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Direktorat Inovasi UM bersama Sarana Wisata Jawa Timur Park Group.

Empat inovasi UM dipamerkan

UM mendapat ruang khusus pada salah satu stan di Museum Mega Science Center dan Budaya untuk memperkenalkan sejumlah hasil karya kepada pengunjung. Beberapa di antaranya adalah Al-Qur’an dalam huruf braille, merchandise UM, program kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) Smile Happines Index, serta solar smart cold storage.

Produk-produk tersebut ditempatkan di area museum lantai satu dan tiga sebagai bagian dari sajian edukasi dan inovasi yang dapat dikenalkan kepada masyarakat.

Wakil Rektor III UM Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. mengatakan kehadiran UM dalam museum tersebut merupakan kesempatan untuk memperluas pemanfaatan hasil pendidikan dan penelitian agar dapat menjangkau masyarakat maupun dunia industri.

“UM ingin lebih berperan dengan masyarakat, terutama industri. Mega Science Center menjadi mitra penting untuk mengenalkan dan menjembatani masyarakat luar terhadap informasi di UM,” ujarnya.

Menurut Markus, pelaksanaan trial opening juga menunjukkan bahwa hasil penelitian, pendidikan, dan pengabdian UM memiliki ruang untuk diperkenalkan lebih luas kepada industri.

“Adanya trial opening ini membuktikan UM pantas diperkenalkan di dunia industri terkait hasil-hasil penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat,” lanjutnya.

Mahasiswa berpeluang magang di sektor pariwisata

Kolaborasi UM dengan Jatim Park Group tidak berhenti pada pameran inovasi. Kerja sama tersebut juga membuka peluang mahasiswa UM mendapatkan pengalaman langsung melalui program magang di bidang pariwisata.

Dengan skema tersebut, hubungan antara perguruan tinggi dan industri tidak hanya menjadi ruang diseminasi karya akademik, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran mahasiswa di lingkungan kerja.

UM berharap kolaborasi ini dapat terus diperluas ke berbagai bidang, termasuk robotik, sejarah, budaya, teknologi, dan inovasi.

Mega Science Center hadirkan lebih dari 6.000 alat sains

Direktur Jatim Park Group Rio Imam Sendjojo dalam sambutannya menyebut Museum Mega Science Center dan Budaya memiliki lebih dari 6.000 alat sains serta koleksi sejarah dan budaya.

Kehadiran museum tersebut diharapkan memberikan dampak bagi pengembangan pengetahuan sekaligus mendukung sektor pariwisata melalui perpaduan teknologi, kearifan budaya, dan keilmuan.

Wali Kota Batu H. Nurochman, S.H., M.H. juga menyoroti fungsi edukatif museum bagi pelajar. Ia berharap kunjungan ke Kota Batu tidak hanya menjadi kegiatan rekreasi, tetapi turut mendorong ketertarikan anak-anak terhadap berbagai bidang ilmu.

Khofifah buka museum dan serahkan 3.200 tiket gratis

Trial Opening Museum Mega Science Center dan Budaya turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kanjeng Kasunanan Surakarta, Wali Kota Batu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kota Batu, serta sejumlah undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah sekaligus membuka Museum Mega Science Center dan Budaya.

Acara juga diisi penyerahan 3.200 tiket gratis bagi pelajar dan santri. Sebanyak 2.000 tiket diperuntukkan bagi siswa di Jawa Timur, 1.000 tiket bagi pelajar di Kota Batu, dan 200 tiket bagi santri.

Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses generasi muda terhadap pengalaman belajar melalui wahana sains, teknologi, sejarah, dan budaya.

Kolaborasi diarahkan mendukung pendidikan

UM memandang kerja sama dengan Jatim Park Group sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperluas akses pembelajaran berbasis pengalaman. Kehadiran inovasi di ruang publik juga diharapkan dapat mengenalkan UM kepada pelajar melalui karya dan keilmuan yang dihasilkan.

Kolaborasi tersebut juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui kemitraan dengan Jatim Park Group, UM menempatkan hasil inovasi dan karya akademiknya dalam ruang publik yang mempertemukan perguruan tinggi, industri pariwisata, dan masyarakat.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |