Jatim Park Group Investasikan Rp270 Miliar untuk Mega Science Center hingga Sport Tourism

6 hours ago 10

Jatim Park Group investasikan Rp270 miliar untuk Mega Science Center, underwater aquarium, dan sport tourism di Kota Batu.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Kamis, September 17, 2026

pengembangan Mega Science Center dan sport tourism Jatim Park Group di Kota Batu
Jatim Park Group mengembangkan Mega Science Center, underwater aquarium, dan sport tourism sebagai bagian dari investasi pariwisata di Kota Batu. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Jatim Park Group menginvestasikan sekitar Rp270 miliar untuk pengembangan sejumlah destinasi pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur, mulai dari Mega Science Center dan Budaya, underwater aquarium, hingga sport tourism.

Direktur Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo menjelaskan investasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas wisata untuk memperkuat daya tarik Kota Batu. Mega Science Center dan Budaya sendiri memiliki nilai investasi lebih dari Rp100 miliar.

“Untuk Mega Science Center dan Budaya, nilai investasinya di atas Rp100 miliar. Destinasi ini akan kami buka terlebih dahulu dalam bentuk trial opening dan nantinya akan diresmikan oleh Walikota,” kata Rio dalam diskusi Ngobrol Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ngoprek) di Batu, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026) malam.

Investasi mencakup underwater aquarium

Selain Mega Science Center dan Budaya, Jatim Park Group mengalokasikan hampir Rp120 miliar untuk pembangunan akuarium air laut raksasa atau underwater aquarium.

Proyek tersebut memiliki tantangan teknis karena Kota Batu berada di kawasan pegunungan. Salah satu persoalannya adalah kebutuhan air laut yang harus disesuaikan dengan habitat berbagai jenis ikan.

“Memang lokasinya cukup menantang karena kita berada di daerah pegunungan. Kebutuhan air laut tentu menjadi persoalan tersendiri. Karena itu, kami harus melakukan proses pengolahan dan filtrasi air tawar menjadi air dengan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan berbagai jenis ikan dan habitatnya,” tambah Rio.

Pengolahan dan filtrasi tersebut diperlukan untuk menghasilkan air dengan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan ekosistem dalam fasilitas underwater aquarium.

Sport tourism dikembangkan untuk dorong kunjungan

Pengembangan lain yang masuk dalam rangkaian investasi Jatim Park Group adalah sport tourism. Konsepnya dirancang sebagai area multipurpose yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari olahraga hingga pertunjukan.

“Kami sedang membahas rencana pengembangan untuk semester kedua tahun ini. Konsepnya akan dibuat sebagai area multipurpose, yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai olahraga hingga pertunjukan. Mungkin pada semester kedua ini kami akan mulai proses pembangunannya,” kata Rio.

Nilai investasi untuk fasilitas tersebut diperkirakan sekitar Rp40–50 miliar. Namun, angka finalnya masih dibahas karena kebutuhan dan konsep pembangunan belum seluruhnya ditetapkan.

“Kalau dari sisi investasi, kira-kira nilainya sekitar Rp40–50 miliar. Angka pastinya masih dalam tahap pembahasan karena kami masih menghitung kebutuhan dan konsepnya,” ungkap Rio.

Ditujukan untuk memperkuat pariwisata Kota Batu

Rio menilai Kota Batu memiliki potensi besar sebagai tujuan wisata karena kondisi wilayahnya yang indah dan sejuk serta dikelilingi sejumlah gunung, seperti Gunung Panderman, Gunung Arjuno, dan Gunung Welirang.

Menurutnya, pengembangan fasilitas wisata juga diarahkan untuk mendukung kegiatan MICE dan sport tourism. Ia melihat wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa, memiliki kecenderungan tinggal cukup lama di Indonesia dan mengunjungi berbagai destinasi.

“Untuk pariwisata Indonesia sendiri, menurut saya, prospeknya masih sangat menarik dan menjanjikan. Wisatawan mancanegara, terutama yang datang dari Eropa, biasanya akan tinggal cukup lama di Indonesia dan kemudian mengeksplorasi berbagai destinasi. Karena itu, pengembangan fasilitas ini tidak hanya ditujukan untuk pariwisata, tetapi juga untuk mendukung kegiatan MICE dan sport tourism di Kota Batu,” ujar Rio.

Jatim Park Group berharap fasilitas olahraga nantinya dapat menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event secara rutin. Kehadiran peserta pertandingan dan keluarga atau pendamping diharapkan ikut memperluas aktivitas wisata di Kota Batu.

“Misalnya ada kompetisi olahraga, peserta datang untuk mengikuti pertandingan, kemudian keluarga atau pendampingnya bisa sekaligus berwisata di Kota Batu. Jadi, olahraga bisa menjadi salah satu penggerak pariwisata,” kata Rio.

Konsep pembangunan masih dibahas

Untuk fasilitas sport tourism, luas lahan dan waktu pasti pembangunan belum ditetapkan. Rio mengatakan pembahasan mengenai detail konsep dan realisasinya masih berlangsung, termasuk koordinasi dengan Suryo.

“Untuk luas lahannya, belum bisa kami sampaikan secara pasti karena masih dalam tahap pembahasan. Gambaran detailnya juga masih dikoordinasikan. Untuk realisasinya, saat ini masih kami diskusikan lebih lanjut, termasuk dengan Pak Suryo. Jadi, kapan tepatnya pembangunan dimulai masih menunggu hasil pembahasan tersebut,” lanjut Rio.

Direktur Jawa Timur Park 3 Suryo Widodo menambahkan, sport tourism diharapkan dapat membantu meningkatkan tingkat hunian hotel di Kota Batu. Ia menyebut okupansi hotel saat ini masih rendah dan rata-rata masa menginap wisatawan baru mencapai 1,5 hari.

“Saat ini okupansi hotel di Batu masih rendah, masa menginap wisatawan juga baru 1,5 hari. Jadi, wisatawan nginapnya di Kota Malang, tapi wisatanya ke Batu. Dengan adanya sport tourism center yang akan kami bangun, akan banyak digelar event-event olahraga sehingga dapat meningkatkan okupansi hotel,” kata Suryo Widodo.

Dengan investasi sekitar Rp270 miliar tersebut, Jatim Park Group mengembangkan beberapa lini wisata sekaligus di Kota Batu, mencakup wisata edukasi melalui Mega Science Center dan Budaya, underwater aquarium, serta sport tourism yang masih dalam pembahasan konsep dan realisasinya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |