Houthi Klaim Tembah Jatuh F-15 Saudi di Marib, Bantah Tuduhan Serang Makkah

7 hours ago 12

Houthi klaim menembak jatuh F-15 Saudi di Marib, sementara Arab Saudi menuduh kelompok itu meluncurkan drone ke arah Makkah.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Kamis, September 17, 2026

puing jet F-15 Saudi yang diklaim ditembak jatuh Houthi di Marib
Rekaman yang dirilis Houthi memperlihatkan puing-puing yang disebut sebagai jet tempur F-15 Saudi di Provinsi Marib. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kelompok Houthi Yaman mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 Arab Saudi di wilayah udara Provinsi Marib pada Rabu (16/9/2026), sementara pada hari yang sama koalisi pimpinan Saudi menuduh Houthi menargetkan Kota Suci Makkah.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan jet tersebut ditembak menggunakan rudal udara-ke-udara buatan dalam negeri ketika sedang melakukan apa yang disebut kelompoknya sebagai "operasi permusuhan". Houthi juga menuduh Arab Saudi telah melancarkan 450 serangan.

"Angkatan Bersenjata Yaman, dengan pertolongan dan karunia Allah, berhasil menembak jatuh jet tempur F-15 Saudi saat pesawat itu sedang melakukan operasi permusuhan untuk mendukung mobilisasi militernya di wilayah udara Provinsi Marib," ujar Yahya Saree melalui media sosial, sebagaimana dilansir NDTV.

Rekaman puing F-15 beredar

Houthi merilis video berdurasi sekitar empat menit yang diklaim memperlihatkan proses penargetan hingga jatuhnya jet tempur tersebut. Rekaman itu kemudian menampilkan kobaran api dan asap pada malam hari serta puing-puing pesawat yang disebut berada di kawasan gurun berbatu pada siang hari.

Dalam video terlihat potongan logam yang tampak bengkok dan hangus, termasuk bagian struktur pesawat serta penstabil vertikal dengan simbol yang disebut sebagai ciri penerbangan Arab Saudi.

Sejumlah pria bersenjata juga terlihat berada di sekitar lokasi puing. Mereka tampak mengenakan perpaduan atribut militer dan pakaian khas Yaman, sementara beberapa di antaranya membawa senapan.

Rekaman yang sama memperlihatkan para pejuang Houthi menggunakan kendaraan pikap melintasi kawasan gurun. Pada salah satu bagian, seorang pejuang disebut melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang mendekat.

"Saat ini kami sedang melakukan operasi, dengan izin Tuhan, untuk... memutus jalur musuh," ujar salah satu pejuang dalam video tersebut.

Saudi tuduh Houthi targetkan Makkah

Ketegangan kemudian meningkat setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh Houthi melancarkan serangan yang mengarah ke Makkah pada hari yang sama. Tuduhan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi juru bicara koalisi, Turki al-Maliki.

"Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi mencegat dan menghancurkan pesawat nirawak (drone) musuh yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi sebelum memasuki wilayah udara terlarang Kota Suci Makkah Al-Mukarramah," demikian pernyataan Al-Maliki melalui platform X.

Al-Maliki menyebut aksi tersebut sebagai tindakan terorisme dan mengatakan keselamatan Dua Masjid Suci serta para jemaah merupakan "garis merah". Ia juga menyebut insiden itu sebagai upaya kedua Houthi menargetkan Makkah, dengan merujuk pada peluncuran rudal balistik pada Juli 2017.

Houthi bantah tuduhan serang Makkah

Houthi membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai "rekayasa dan kebohongan". Kelompok itu menegaskan tidak memiliki ancaman terhadap tempat-tempat suci di Makkah.

"Rekayasa dan kebohongan yang disebarkan oleh rezim Al Saud terkait penargetan Makkah yang mulia tidak akan menipu siapa pun. Merekalah yang menodai kota itu dengan tindakan amoral, dan tidak ada ancaman dari Yaman terhadap tempat-tempat suci tersebut," bunyi pernyataan bantahan Houthi.

Dua klaim yang berlawanan tersebut muncul ketika ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat. Saling tuding terkait serangan udara dan ancaman terhadap wilayah penting keagamaan tersebut menambah eskalasi dalam konflik regional di Asia Barat.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |