Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel, Temukan Uang hingga Emas Ratusan Miliar

20 hours ago 8

Polisi menggeledah 12 lokasi terkait kasus korupsi batu bara, Asabri, dan Krakatau Steel. Uang tunai-emas batangan bernilai ratusan miliar disita.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Juli 09, 2026

Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel, Temukan Uang hingga Emas Ratusan Miliar
Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel, Temukan Uang hingga Emas Ratusan Miliar

PEWARTA.CO.ID — Tim dari Kortas Tipikor Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan serentak di 12 lokasi yang berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi pada perkara batu bara/PLN, Asabri, dan Krakatau Steel. Operasi tersebut juga berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penggeledahan berlangsung di sejumlah titik yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Bogor. Dari rangkaian penggeledahan itu, penyidik menemukan berbagai barang bukti bernilai fantastis, mulai dari uang dalam berbagai mata uang hingga emas batangan.

BACA JUGA!

Polisi Geledah Kafe De Clan Signature di Cilandak, Selidiki Dugaan TPPU dalam Kasus Korupsi Asabri hingga Blackout Batu Bara PLN

Daftar 12 lokasi yang digeledah polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan proses penggeledahan dilakukan di 12 lokasi berbeda sebagai bagian dari penyidikan yang sedang berjalan.

"Penggeledahan dilakukan di 12 lokasi," kata Budi, dikutip pada Kamis (9/7/2026).

Adapun lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan meliputi:

  1. PT CBS di Cengkareng Timur, Jakarta Barat.
  2. Kantor Pusat PT CBS di Penjaringan, Jakarta Utara.
  3. PT KNI di Petojo Selatan, Jakarta Pusat.
  4. Rumah MN di Serpong Utara, Tangerang Selatan.
  5. Kafe de'Clan Signature Cafe di Cipete, Jakarta Selatan.
  6. Koin Money Changer di Cipete Selatan, Jakarta Selatan.
  7. Rumah TK di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
  8. Kantor Grup DMG atau CP di Kuningan, Jakarta Selatan.
  9. PT PML di Karet Kuningan, Jakarta Selatan.
  10. Rumah DR di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.
  11. Rumah MILDK di Apartemen Pacific Place.
  12. Sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Semua penggeledahan itu akan kami rangkum, kami akan sampaikan update," ujar Budi.

BACA JUGA!

TNI Jelaskan Alasan Pengerahan Pasukan di Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah

Brankas tersembunyi di kafe berisi uang sekitar Rp60 miliar

Salah satu temuan penting diperoleh saat penyidik menggeledah de'Clan Signature Cafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Di lokasi tersebut, petugas menemukan sebuah brankas yang disembunyikan. Setelah dibuka, brankas itu berisi uang tunai dalam beberapa mata uang, yakni SGD3.130.000 pecahan SGD100, USD889.965, serta Rp259.159.000.

Jika dikonversikan ke mata uang rupiah, nilai keseluruhan uang tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp60 miliar.

BACA JUGA!

Polisi Temukan 74 Kg Emas saat Geledah Rumah Mewah di Sentul, Terkait Korupsi Batu Bara-Asabri

Polisi temukan 74 kilogram emas dan uang ratusan miliar di Sentul

Temuan lain berasal dari sebuah rumah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul, Bogor. Kepala Kortas Tipikor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto memaparkan hasil penggeledahan yang dilakukan di lokasi tersebut.

“Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi 7 koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian, USD4.767.300. Kemudian, SGD14.083.800. Kemudian Rp100. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar,” ucap dia.

Selain emas batangan dan uang tunai, penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen, telepon genggam, serta foto keluarga yang ditemukan di dalam rumah tersebut.

Meski demikian, kepolisian belum mengungkap identitas pemilik rumah tersebut. Seluruh barang bukti yang ditemukan akan diproses sesuai ketentuan penyidikan.

“Kami juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen-dokumen termasuk handphone, kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |