Gempa M4,9 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

11 hours ago 18

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, April 24, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Gempa M4,9 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M4,9 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

PEWARTA.CO.ID — Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Maluku Barat Daya pada Jumat, 24 April 2026, dini hari. Peristiwa ini telah dianalisis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 05.13.25 WIB. Berdasarkan pembaruan data BMKG, kekuatan gempa tercatat sebesar M4,9, sedikit lebih kecil dari informasi awal M5,0 yang sempat dilaporkan.

Lokasi dan karakter gempa

Hasil analisis menunjukkan pusat gempa berada di koordinat 7,42 derajat Lintang Selatan dan 129,34 derajat Bujur Timur. Titik episenter terletak di laut, sekitar 190 kilometer arah timur laut Maluku Barat Daya, dengan kedalaman mencapai 150 kilometer.

Menurut Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, gempa tersebut tergolong gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas dalam lempeng bumi.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng (intraslab) subduksi Laut Banda," ungkapnya.

Lebih lanjut, hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa memiliki pola pergerakan mendatar turun atau oblique normal.

Dampak getaran di wilayah sekitar

Berdasarkan peta guncangan atau shakemap yang dirilis BMKG, getaran gempa dirasakan di wilayah Pulau-Pulau Babar dan Pulau Wetang, Maluku Barat Daya. Intensitas gempa berada pada skala III MMI, yang berarti getaran cukup terasa di dalam rumah, mirip dengan sensasi kendaraan berat yang melintas.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun dampak signifikan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Rahmat juga menegaskan bahwa hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak memicu gelombang tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegasnya.

Belum ada gempa susulan

BMKG juga terus melakukan pemantauan pascagempa. Hingga pukul 05.40 WIB, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) di wilayah tersebut.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. BMKG meminta warga untuk selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi lembaga tersebut.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |