Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, April 24, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Kemenhaj Minta PPIH Embarkasi Minimalkan Seremonial Haji 2026 |
PEWARTA.CO.ID — Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) mengimbau seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi untuk mengurangi kegiatan seremonial dalam proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia. Kebijakan ini diambil guna memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima sebelum menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat perjalanan haji membutuhkan stamina yang baik. Dengan mengurangi kegiatan seremonial, jemaah diharapkan memiliki waktu istirahat yang lebih cukup sebelum keberangkatan.
Minimalkan seremonial
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan standar pelepasan jemaah tanpa seremoni berlebihan. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh embarkasi di Indonesia.
"Demi menjaga stamina jemaah kami ingin menegaskan pada PPIH Embarkasi terkait hal-hal bersifat seremonial untuk diminimalkan. Kami telah menstandarkan prosedur pelepasan jemaah embarkasi tanpa seremonial. Ini bertujuan jemaah tidak terlalu lelah dan memiliki waktu istirahat yang cukup," ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh (Jubir Kemenhaj), Ichsan Marsha pada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa pelepasan jemaah kini difokuskan pada aspek efisiensi dan kenyamanan. Dengan tidak adanya agenda seremoni tambahan, jemaah bisa langsung mempersiapkan diri untuk perjalanan panjang menuju Arab Saudi.
Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk mengikuti seluruh arahan yang diberikan oleh petugas haji maupun ketua kelompok terbang (kloter). Kepatuhan terhadap instruksi dinilai penting untuk menjaga ketertiban dan kelancaran proses keberangkatan.
Imbauan menjaga kesehatan
Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan jemaah, terutama bagi mereka yang telah tiba di Madinah. Cuaca panas menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi selama berada di Tanah Suci.
Ichsan menyebutkan bahwa suhu udara di Madinah diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 25 persen. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan jemaah, terutama bagi yang tidak terbiasa dengan iklim panas dan kering.
"Kami juga perlu mengingatkan bagi jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah bahwa cuaca di Madinah hari ini diperkirakan bisa mencapai 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 25 persen. Untuk itu mohon tetap jaga kesehatan, banyak minum air putih, gunakan pelindung kepala dan kenakan pakaian yang nyaman," katanya.
Sebagai langkah pencegahan, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala seperti topi atau payung, serta mengenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.
Selain itu, jemaah juga diminta memanfaatkan fasilitas akomodasi yang telah disediakan, termasuk hotel tempat menginap, sebagai sarana untuk beristirahat secara optimal. Prioritas utama selama di Tanah Suci adalah menjalankan ibadah wajib dengan kondisi fisik yang terjaga.
Fokus ibadah dan manfaatkan layanan petugas
Kemenhaj menekankan bahwa seluruh jemaah sebaiknya memusatkan perhatian pada pelaksanaan ibadah utama selama di Tanah Suci. Aktivitas tambahan yang tidak terlalu penting diharapkan dapat dikurangi demi menjaga kondisi tubuh.
Di sisi lain, jemaah juga diimbau untuk tidak ragu menghubungi petugas haji apabila membutuhkan bantuan atau mengalami kendala selama perjalanan maupun saat berada di Arab Saudi.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia. Kebijakan pengurangan seremonial ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kesehatan jemaah sejak dari embarkasi hingga di Tanah Suci.



















































