Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, April 24, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Ilustrasi. Jemaah haji |
PEWARTA.CO.ID — Kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Seorang jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia saat berada di Madinah, Arab Saudi.
Kementerian Haji dan Umrah mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 25 kelompok terbang (kloter) haji Indonesia telah tiba di Madinah dengan jumlah mencapai lebih dari 9.000 jemaah. Namun, di tengah kelancaran proses kedatangan tersebut, satu jemaah dilaporkan wafat akibat serangan jantung.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyampaikan langsung kabar duka tersebut saat berada di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2026).
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, kami juga menyampaikan berita duka atas wafatnya satu jemaah haji Kloter SOC 3 asal Solo atas nama Rodiah berusia 68 tahun akibat serangan jantung," ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Jubir Kemenhaj), Ichsan Marsha.
Penanganan jemaah wafat dijamin pemerintah
Pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan bahwa hak-hak jemaah yang meninggal dunia tetap dipenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk turut mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik serta wafat dalam kondisi husnul khatimah.
Data layanan kesehatan jemaah di Madinah
Dalam kesempatan yang sama, Ichsan juga memaparkan kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia yang saat ini berada di Madinah. Berdasarkan data dari Daerah Kerja (Daker) Madinah, sejumlah jemaah tengah mendapatkan penanganan medis.
"Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan data layanan kesehatan yang terdapat di Daker Madinah, tercatat sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan, 2 orang dirujuk ke Klinik Kesehatan jemaah Haji Indonesia atau KKHI, dan 1 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi," katanya.
Data tersebut menunjukkan bahwa meski sebagian besar jemaah dalam kondisi baik, tetap ada yang membutuhkan perhatian medis selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH terus memantau kondisi jemaah secara intensif, termasuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal demi kelancaran ibadah para jemaah di Tanah Suci.



















































