Tim Indonesia mengirim 432 atlet ke Asian Games 2026. NOC optimistis kontingen mampu bersaing dan memburu prestasi terbaik di Jepang.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Agustus 02, 2026
![]() |
| Tim Indonesia resmi mengirim 432 atlet ke Asian Games 2026 di Jepang dengan target meraih prestasi terbaik untuk Merah Putih. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi menetapkan kekuatan Kontingen Indonesia yang akan tampil pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Sebanyak 432 atlet dipastikan mewakili Merah Putih dalam ajang olahraga terbesar di Asia yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Selain ratusan atlet, kontingen juga diperkuat 148 pelatih dan ofisial serta 32 personel tim Chef de Mission (CdM). Susunan tersebut ditetapkan setelah melalui evaluasi bersama antara tim review Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komisi Sport NOC Indonesia, serta masing-masing federasi cabang olahraga dengan mempertimbangkan kesiapan atlet dan peluang meraih prestasi.
Kontingen Indonesia berangkat dengan optimisme tinggi
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan seluruh atlet yang masuk dalam Tim Indonesia telah melewati proses seleksi dan persiapan secara maksimal. Menurutnya, Asian Games menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan perkembangan olahraga Indonesia di tingkat Asia.
"Seluruh atlet yang berangkat telah melalui proses seleksi dan persiapan yang maksimal. Kini saatnya mereka tampil percaya diri, memberikan yang terbaik, dan mengharumkan nama Indonesia,” kata Okto, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (2/8/2026).
Ia menilai Asian Games bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga momentum bagi Indonesia untuk membuktikan kemampuan bersaing dengan negara-negara Asia lainnya.
Semua cabang olahraga memiliki tanggung jawab yang sama
Okto menjelaskan, tidak seluruh cabang olahraga berangkat menggunakan pendanaan dari APBN. Terdapat tiga cabang olahraga yang mengikuti Asian Games 2026 melalui skema pembiayaan mandiri, yaitu tinju, anggar, dan tenis meja.
Meski menggunakan sumber pendanaan yang berbeda, menurutnya seluruh atlet tetap memiliki tanggung jawab yang sama saat mengenakan seragam Tim Indonesia.
"Tidak ada perbedaan antara cabang olahraga yang didukung melalui APBN maupun yang berangkat secara mandiri,” papar Okto.
“Ketika mereka resmi menjadi bagian dari Tim Indonesia, maka tanggung jawabnya sama, yaitu memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih medali untuk Indonesia. Skema pendanaan boleh berbeda, tetapi target prestasi tetap sama," tegasnya.
"NOC memastikan seluruh atlet yang tergabung dalam Tim Indonesia memperoleh pelayanan, koordinasi, dan dukungan kontingen yang sama. Yang kami nilai bukan dari sumber pembiayaannya, melainkan kesiapan mereka untuk bersaing dan mengharumkan nama bangsa,” tutup Okto.
Chef de Mission pastikan seluruh persiapan berjalan optimal
Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, memastikan seluruh kebutuhan kontingen terus dipersiapkan agar atlet dapat tampil maksimal selama berada di Jepang.
Ia menyebut koordinasi dilakukan secara intensif bersama Kemenpora, NOC Indonesia, dan federasi cabang olahraga guna memastikan seluruh proses, mulai dari persiapan hingga kepulangan, berjalan sesuai rencana.
“Semua persiapan berjalan sesuai rencana. Kami juga terus berkomunikasi intensif dengan Kemenpora, NOC maupun federasi nasional cabor yang akan berangkat mulai dari persiapan, keberangkatan, akomodasi, operasional pertandingan hingga kepulangan dapat berjalan optimal," kata Todotua.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa melayani atlet supaya dapat meraih prestasi terbaik di Asian Games 2026 nanti,” tandasnya.



















































