Dugaan Serangan Siber Iran Ganggu Sistem Air di 7 Negara Bagian AS, FBI dan CISA Lakukan Penyelidikan

10 hours ago 7

Dugaan serangan siber Iran ganggu sistem air di 7 negara bagian AS. FBI, CISA, dan otoritas federal masih menyelidiki pelaku.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Minggu, Agustus 02, 2026

dugaan serangan siber iran ganggu sistem air di tujuh negara bagian as
Dugaan serangan siber yang menyasar sistem air di sejumlah negara bagian AS masih diselidiki otoritas federal. (Ilustrasi/Canva)

PEWARTA.CO.ID — Otoritas Amerika Serikat tengah menyelidiki dugaan serangan siber yang berdampak pada teknologi pengelolaan sistem air di sedikitnya tujuh negara bagian. Gangguan tersebut membuat sejumlah perusahaan utilitas sementara mengoperasikan layanan secara manual selama proses investigasi berlangsung.

Laporan menyebutkan Minnesota dan Michigan termasuk di antara wilayah yang terdampak. Hingga kini, aparat federal bersama pemerintah negara bagian masih berupaya mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Penyelidikan masih mengarah pada berbagai kemungkinan

Mengutip laporan CBS News, sejumlah pejabat AS dan sumber yang mengetahui penyelidikan mengatakan para investigator sedang menelusuri kemungkinan keterlibatan peretas yang berafiliasi dengan Iran.

Meski demikian, mereka menegaskan belum ada kesimpulan akhir mengenai pelaku. Penilaian tersebut masih dapat berubah seiring bertambahnya bukti teknis yang dikumpulkan.

Selain itu, penyidik juga membuka kemungkinan adanya pihak lain yang sengaja menyamarkan identitasnya sebagai kelompok peretas berbasis di Iran dengan tujuan memicu ketegangan di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

FBI sebut sedikitnya tujuh negara bagian terdampak

FBI mengungkapkan insiden ini terjadi di "setidaknya tujuh negara bagian", namun belum merinci seluruh wilayah yang terkena dampak.

Pada Sabtu, Michigan mengonfirmasi sistem airnya menjadi sasaran serangan siber, menyusul laporan serupa dari Minnesota. Meski demikian, seorang pejabat menyatakan seluruh layanan air di negara bagian tersebut tetap beroperasi "dengan aman."

Trump bantah Iran sebagai pelaku

Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan, Presiden Donald Trump justru menyatakan tidak yakin Iran berada di balik insiden tersebut.

Sebaliknya, ia melontarkan tudingan kepada negara bagian Minnesota dan Gubernur Tim Walz, yang selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh Demokrat yang kerap menjadi sasaran kritiknya.

"Saya pikir Minnesota berada di baliknya," kata Trump selama pertemuan Kabinet yang disiarkan televisi di Camp David. "Anda tahu siapa yang berada di baliknya? Minnesota. Karena mereka sangat tidak kompeten. Saya pikir gubernur berada di baliknya. Saya tidak berpikir ada serangan siber Iran. Saya pikir Minnesota harus memperbaiki diri."

Trump kemudian menambahkan:

"Mereka suka mengatakan, 'Oh, itu Iran.' Iran seharusnya beruntung. Iran memiliki masalah yang lebih besar daripada mengkhawatirkan Minnesota."

Tim Walz balas pernyataan Trump

Pernyataan Trump langsung mendapat respons dari Gubernur Minnesota, Tim Walz.

Melalui media sosial, Walz menuding pemerintahan Trump justru melemahkan pertahanan siber nasional setelah memangkas kemampuan Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur federal.

"Trump tahu persis siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini, dan tahu bahwa negara bagian lain juga terkena dampaknya," kata Walz, yang merupakan calon wakil presiden dalam pencalonan melawan Trump pada tahun 2024. "Inilah wujud peperangan modern, dan ini semakin menunjukkan bahwa tidak ada rencana untuk memenangkan perang dengan Iran."

Otoritas federal keluarkan peringatan

Kasus terbaru ini mengingatkan pada serangan sebelumnya yang dikaitkan dengan kelompok peretas berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Badan federal sebelumnya pernah mengonfirmasi bahwa pada 2023 kelompok tersebut berhasil mengakses sejumlah fasilitas air minum dan pengolahan air limbah dengan memanfaatkan pengontrol industri yang masih menggunakan kata sandi bawaan (default) dan terhubung ke internet.

FBI, Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), serta Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA) pada Kamis (30/7/2026) juga mengeluarkan peringatan mengenai meningkatnya ancaman terhadap pengontrol industri yang digunakan perusahaan utilitas air dan air limbah.

Dalam beberapa kasus, otoritas federal menemukan hilangnya fungsi pemantauan serta kendali pada infrastruktur penting. Kondisi tersebut dilaporkan menyebabkan gangguan tekanan air hingga memicu banjir di beberapa lokasi.

Minnesota menyatakan penyidik menemukan sejumlah kesamaan terkait waktu kejadian dan jenis teknologi yang menjadi sasaran. Namun, hingga saat ini belum dipastikan apakah seluruh insiden dilakukan oleh kelompok yang sama.

CISA minta sistem penting segera diamankan

CISA mengungkapkan pihaknya sedang memantau peningkatan signifikan aktivitas pelaku ancaman siber yang menyasar Programmable Logic Controller (PLC) di sektor sistem air dan air limbah.

Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa target serangan mencakup perusahaan penyedia air dalam berbagai skala.

"CISA mendesak pemilik, operator, dan integrator infrastruktur penting untuk segera menghapus PLC dan teknologi operasional (Operational Technology/OT) lainnya yang terekspos publik dari internet," kata CISA, yang merupakan bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri.

CISA turut mengingatkan bahwa organisasi yang telah memiliki sistem keamanan siber sekalipun tetap perlu memeriksa seluruh koneksi eksternal yang dimiliki.

"Bahkan organisasi air dengan proses keamanan siber yang matang pun harus memvalidasi koneksi eksternal mereka, karena aktivitas penargetan ini mencakup modem seluler yang dipasang oleh operator, vendor, atau integrator sistem yang mungkin tidak didokumentasikan atau disertakan dalam pemindaian permukaan serangan rutin," tambah CISA dalam peringatannya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |