Dokter Tirta umumkan hiatus dari Threads dan X serta kurangi aktivitas media sosial. Simak 4 alasan di balik keputusan tersebut.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Agustus 02, 2026
![]() |
| Dokter Tirta mengumumkan mengurangi aktivitas media sosial, hiatus dari Threads dan X, serta membeberkan empat alasan di balik keputusannya. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, memutuskan mengurangi aktivitasnya di media sosial, termasuk menghentikan sementara penggunaan beberapa platform yang selama ini aktif digunakannya. Langkah tersebut diambil agar ia dapat lebih memusatkan perhatian pada kehidupan pribadi, pendidikan, dan pekerjaan di dunia nyata.
Keputusan itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, dr. Tirta menjelaskan bahwa dirinya kini mulai membatasi durasi penggunaan media sosial setiap hari.
“Jadi kemarin saya membuat sebuah sharing bahwa saya memutuskan mengurangi aktivitas media sosial. Di Instagram screen time-nya mentok cuma 1,5 jam, di TikTok cuma satu jam. Ya sisanya buat follow up, jadi dua jam per hari,” kata dr. Tirta.
Hiatus dari Threads dan X
Selain mengurangi waktu berselancar di media sosial, dr. Tirta juga memutuskan untuk berhenti sementara menggunakan akun Threads dan X yang selama ini menjadi wadah berbagi edukasi kesehatan.
Sementara itu, akun Facebook dan YouTube miliknya akan dikelola oleh tim admin agar komunikasi dengan berbagai pihak tetap berjalan.
“Dan saya hiatus atau menonaktifkan akun Threads, dan hiatus dari X. Sama untuk Facebook dan YouTube dikasih admin. Tapi sebenarnya sharing itu tujuannya supaya kalau ada brand, klien, atau teman-teman yang interaksi itu enggak kaget atau terus-terusan reply,” ujarnya.
Halo kawan2, terimakasih udah ngobrol2 di X selama ini.
Dikarenakan ingin membatasi aktivitas impulsive di media sosial, aku memutuskan hiatus dulu dari X.
Makasih reply2 an asbunnya, trutama soal sepakbola.
Sekarang fokusku:
Searching for peace in a crowded mind.
Empat alasan di balik keputusan
Dr. Tirta menjelaskan terdapat empat alasan utama yang membuatnya mengambil keputusan tersebut.
Alasan pertama adalah keinginannya mencari ketenangan batin atau inner peace. Menurutnya, ia ingin lebih fokus pada diri sendiri, keluarga, serta orang-orang terdekat.
Ia juga menegaskan bahwa keputusannya sama sekali tidak berkaitan dengan berbagai spekulasi yang sempat beredar di media sosial, termasuk isu pembungkaman, kondisi mental, maupun rumor lain yang dikaitkan dengan klub sepak bola Liverpool.
“Jadi alasan pertama adalah karena ingin mencari inner peace. Jadi otak saya tuh terlalu ramai dan saya pengin kontemplasi diri. Karena usia ini sudah 35, jadi pengin fokus untuk diri sendiri, keluarga, dan rekan terdekat,” beber dr. Tirta.
Alasan kedua berkaitan dengan pendidikan. Ia mengatakan ingin kembali fokus melanjutkan sekolah, meski tidak mengungkapkan secara rinci jenjang maupun bidang studi yang sedang ditempuh.
“Yang nomor dua, jelas sekolah. Jadi saya sudah berjanji pada diri saya sendiri, saya ingin sekolah. Jadi tiap dua tahun sekali tuh harus sekolah. Nah, sekolahnya apa kalian enggak perlu tahu, yang penting saya sekolah. Jadi harus fokus untuk belajar ilmu lagi,” tambahnya.
Ingin lebih produktif dan mengurangi perilaku impulsif
Alasan ketiga adalah agar lebih fokus menjalani pekerjaan di dunia nyata. Selama ini, ia merasa terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial sehingga berdampak pada produktivitasnya.
“Yang ketiga, jelas biar fokus untuk bekerja di dunia nyata. Saya merasa waktu yang saya habiskan di media sosial itu bisa lima sampai enam jam per hari, dan itu terasa cepat. Setelah saya mengurangi waktu di medsos, saya jadi lebih fokus dalam bekerja,” tuturnya.
Sementara alasan keempat adalah keinginan mengurangi perilaku impulsif yang muncul akibat terlalu sering berinteraksi di media sosial. Menurutnya, kebiasaan melihat jumlah tanda suka dan komentar dapat memicu pelepasan dopamin yang berpotensi menimbulkan ketergantungan.
“Dan yang terakhir, jelas ya, untuk mengurangi rasa impulsif, gampang reply, karena menurut saya like dan comment itu dopamine booster. Dan itu nyandu, yang menurut saya sangat berbahaya. Jadi saya ingin berhenti dan mengurangi hal itu agar tidak dicontoh oleh anak-anak saya ke depannya,” lanjutnya.
Tegaskan keputusan bersifat pribadi
Meski memilih mengurangi aktivitas di media sosial, dr. Tirta menegaskan bahwa keputusan tersebut murni merupakan pilihan pribadinya. Ia tidak bermaksud mengajak maupun melarang orang lain tetap aktif menggunakan media sosial.
“Kalau kalian ingin menikmati medsos ya itu pilihan kalian, enggak masalah. Itu hanya sebuah kabar, terserah kalian mau dengar atau enggak. Tapi saya sangat mengapresiasi teman-teman yang kemarin menghubungi saya lewat WhatsApp,” tegasnya.
Di akhir penjelasannya, dr. Tirta memastikan dirinya dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Ia juga menyebut masyarakat masih dapat menjumpainya beraktivitas seperti biasa, baik saat bekerja maupun berolahraga.
“Tapi tenang, alhamdulillah saya baik-baik saja dan Anda masih bisa menemukan saya di sekitar toko, kantor, atau GBK, dan di sekitar Lapangan Pancasila UGM,” pungkasnya.



















































