Redaksi Pewarta.co.id
Sabtu, Mei 16, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Strategi Polri Bongkar Jaringan Judi Online Lintas Negara Tuai Apresiasi |
PEWARTA.CO.ID — Aparat gabungan dari Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan judi online lintas negara yang beroperasi di Indonesia.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sebanyak 320 warga negara asing (WNA) serta satu warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam jaringan perjudian online internasional itu.
Penggerebekan dilakukan di sebuah gedung perkantoran yang berada di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Kamis, 7 Mei 2026. Dari lokasi, petugas turut menyita sejumlah barang bukti mulai dari paspor, telepon genggam, laptop, komputer, hingga uang tunai dalam berbagai mata uang asing.
Pengungkapan kasus ini mendapat perhatian luas karena dinilai bukan sekadar operasi penindakan biasa. Langkah aparat disebut sebagai bentuk koordinasi lintas lembaga dalam memberantas kejahatan digital yang merugikan masyarakat.
Dinilai jadi langkah nyata lindungi masyarakat
Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas, menilai keberhasilan aparat membongkar jaringan judi online lintas negara merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk perjudian daring.
Menurutnya, praktik judi online internasional telah menjadi ancaman serius yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.
“Langkah Polri ini adalah bentuk konkret dari implementasi konsep Presisi yang dicanangkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, yakni keberpihakan nyata kepada rakyat, terutama mereka yang selama ini menjadi korban,” ujar Fernando, Jumat (15/5/2026).
Fernando menyebut penangkapan ratusan WNA dalam kasus tersebut bukan hanya sekadar angka statistik penegakan hukum. Ia menilai operasi itu menjadi bukti penerapan konsep kepolisian modern yang lebih berpihak kepada masyarakat.
“Korban utama perjudian online adalah masyarakat menengah ke bawah yang tergiur janji keuntungan instan. Mereka kehilangan tabungan, terjerat utang, dan dalam banyak kasus kehilangan keluarga,” ungkap Fernando.
“Tindakan Polri secara langsung memutus mekanisme eksploitasi yang menargetkan kelompok paling rentan ini,” sambungnya.
Jadi pesan tegas untuk jaringan kriminal internasional
Fernando juga menilai pengungkapan jaringan judi online lintas negara tersebut menjadi sinyal kuat bagi kelompok kriminal internasional agar tidak lagi menjadikan Indonesia sebagai target operasi.
Ia menegaskan aparat penegak hukum kini dinilai memiliki kapasitas sekaligus komitmen untuk bertindak lebih luas demi menjaga keamanan masyarakat dari ancaman kejahatan digital.
“Polri menunjukkan kapasitas dan kemauan politik untuk bertindak melampaui batas yurisdiksi konvensional demi melindungi rakyatnya,” katanya.
Lebih lanjut, Fernando menyebut keberhasilan penangkapan ratusan WNA yang diduga menjalankan aktivitas judi online internasional menjadi tonggak penting dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia.
“Ini bukan sekadar operasi hukum biasa. Ini adalah pernyataan sikap bangsa bahwa Indonesia tidak akan membiarkan rakyatnya menjadi korban kejahatan terorganisir dari luar,” pungkasnya.


















































