Purbaya meninjau Sekolah Rakyat Surabaya dan memastikan anggaran pendidikan berjalan demi masa depan siswa dan Indonesia Emas 2045.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Agustus 02, 2026
![]() |
| Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau Program Sekolah Rakyat di Surabaya sekaligus memastikan dukungan anggaran pendidikan terus berjalan. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai rencana, sekaligus melihat pemanfaatan anggaran negara dalam mendukung sektor pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Purbaya menyampaikan pesan kepada para peserta didik agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh. Ia menegaskan bahwa Kementerian Keuangan memiliki tanggung jawab memastikan pendanaan program tetap tersedia melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Saya diperintah menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya yang semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya," ujar Purbaya dalam keterangan resminya, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.
Program untuk memperluas akses pendidikan
Purbaya menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang ditujukan untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus membuka peluang mobilitas sosial bagi para peserta didik.
"Jadi ini Program Pak Prabowo. Semoga adik-adik jadi orang pintar. Jangan malas belajar ya," kata Purbaya.
Melalui peninjauan tersebut, Kementerian Keuangan juga memantau pelaksanaan anggaran pendidikan agar dapat berjalan efektif sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sekolah berdiri di lahan 6,6 hektare
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp3,52 triliun dengan total pagu anggaran mencapai Rp3,82 triliun.
Hingga saat ini, realisasi anggaran fisik pembangunan telah mencapai Rp3,21 triliun.
Sekolah tersebut menerapkan konsep pendidikan terpadu yang menggabungkan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan.
Selain menyediakan ruang belajar, kompleks pendidikan itu juga dilengkapi fasilitas asrama untuk mendukung proses pembelajaran mandiri sekaligus pembentukan karakter para siswa.



















































