PM Baru Andy Burnham Izinkan Pangkalan Inggris Dipakai AS untuk Serang Iran

9 hours ago 11

PM Baru Andy Burnham mengizinkan pangkalan Inggris dipakai AS untuk serang Iran. Keputusan ini melanjutkan kebijakan sebelumnya di tengah konflik.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Juli 22, 2026

PM Baru Andy Burnham Izinkan Pangkalan Inggris Dipakai AS untuk Serang Iran
Andy Burnham

PEWARTA.CO.ID — Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, memberikan persetujuan agar Amerika Serikat (AS) tetap dapat menggunakan pangkalan militer Inggris dalam operasi yang diklaim sebagai serangan defensif terhadap Iran. Langkah tersebut menjadi kelanjutan dari kebijakan pemerintahan sebelumnya di tengah meningkatnya konflik yang melibatkan Washington dan Teheran.

Keputusan itu diambil setelah pemerintahan Inggris melakukan pembahasan terkait sikap negara tersebut menyusul dimulainya kembali operasi militer AS pada awal Juli 2026.

Kebijakan pangkalan tetap dilanjutkan

Sebelum Burnham resmi menjabat sebagai perdana menteri pada Senin (20/7/2026), pendahulunya, Keir Starmer, memimpin rapat bersama para menteri dan pejabat senior pada Jumat (17/7/2026). Pertemuan tersebut membahas kebijakan Inggris terkait penggunaan fasilitas militernya oleh AS.

Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, pemerintah memutuskan mempertahankan kebijakan yang sudah berlaku.

Dengan keputusan itu, pangkalan militer Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia, serta RAF Fairford di Gloucestershire tetap dapat digunakan oleh pesawat militer AS yang menjalankan misi menghadapi ancaman rudal Iran maupun operasi yang berkaitan dengan target di kawasan Selat Hormuz.

Sumber yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan Burnham telah menerima penjelasan mengenai hasil rapat tersebut dan memberikan persetujuan atas keputusan yang telah disepakati.

Kebijakan itu juga menandai kelanjutan sikap pemerintah Inggris sebelumnya yang tetap mengizinkan penggunaan pangkalan militernya untuk operasi yang disebut sebagai serangan defensif oleh Amerika Serikat.

Operasi AS terus berlanjut

Persetujuan tersebut muncul ketika operasi militer AS terhadap Iran telah memasuki hari ke-10 sejak kembali dilaksanakan.

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya telah menyerang sejumlah sasaran militer Iran, termasuk pusat komando, lokasi peluncuran rudal, serta sistem pertahanan udara dalam operasi semalam.

Keputusan Inggris ini membuka peluang pangkalan militernya kembali digunakan dalam sejumlah operasi Amerika Serikat yang masih berlangsung.

Burnham diperkirakan menghadapi tekanan politik

Meski melanjutkan kebijakan pemerintahan sebelumnya, keputusan tersebut diperkirakan tidak lepas dari tekanan politik di dalam negeri.

Sebelumnya, Keir Starmer menghadapi desakan dari kelompok sayap kiri Inggris yang meminta agar pangkalan militer tidak digunakan dalam operasi AS. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga disebut mendorong Inggris agar mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung operasi militer tersebut.

Kekhawatiran juga muncul setelah Trump sempat mengancam akan menyerang infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik. Pernyataan itu memicu perhatian sejumlah pejabat Inggris yang menilai tindakan tersebut dapat menimbulkan persoalan hukum internasional.

Burnham diperkirakan akan menghadapi kritik dari Partai Hijau serta Partai Liberal Demokrat. Kedua partai tersebut menolak penggunaan pangkalan Inggris karena menilai langkah itu berpotensi menyeret Inggris dalam dugaan kejahatan perang.

Trump beri respons positif

Keputusan Burnham dinilai menjadi salah satu faktor yang menjelaskan sikap positif Trump setelah pergantian kepemimpinan di Inggris.

Usai resmi menjabat sebagai perdana menteri pada Senin, Burnham melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Trump.

Menurut pernyataan kantor Perdana Menteri Inggris, pembicaraan tersebut membahas komitmen Inggris dalam menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Trump kemudian menyampaikan tanggapannya melalui Truth Social.

"Kami membahas Minyak Laut Utara, Perdagangan, Aliansi Militer, Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz, dan banyak topik lainnya. Percakapan itu menarik, dan berjalan dengan sangat baik," tulisnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |