Minat IPO Meningkat, Indo Premier Permudah Investor Ritel Borong Saham Baru dengan Fitur Canggih

11 hours ago 8

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Selasa, April 07, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Minat IPO Meningkat, Indo Premier Permudah Investor Ritel Borong Saham Baru dengan Fitur Canggih
Minat IPO Meningkat, Indo Premier Permudah Investor Ritel Borong Saham Baru dengan Fitur Canggih

PEWARTA.CO.ID — PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) terus memperkuat layanannya dalam memfasilitasi pembelian saham Initial Public Offering (IPO), menyusul meningkatnya antusiasme investor ritel, khususnya dari dalam negeri.

Lonjakan minat terhadap saham IPO ini dinilai sebagai peluang besar untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Untuk itu, perusahaan menghadirkan berbagai inovasi berbasis teknologi guna mempermudah akses investasi.

“Kami melihat minat investor ritel terhadap IPO terus meningkat. Kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat," ujar Chief Marketing Officer IPOT Sergio Ticoalu dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Fitur baru permudah transaksi IPO

Dalam upayanya meningkatkan pengalaman investor, Indo Premier menghadirkan sejumlah fitur unggulan. Di antaranya adalah sistem pengembalian dana (refund) yang lebih cepat, serta tampilan saham di portofolio bahkan sebelum hari pencatatan resmi di bursa.

Tak hanya itu, IPOT juga menghadirkan indikator real-time yang memungkinkan investor memantau pergerakan saham IPO sejak hari pertama perdagangan. Fitur ini menjadi nilai tambah penting, mengingat saham IPO belum memiliki data historis yang bisa dijadikan acuan analisis.

“Fitur real-time indicator yang kami hadirkan juga menjadi diferensiasi penting, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis. Ini membantu investor membaca pergerakan pasar sejak awal,” ujar Sergio.

Selain itu, investor kini dapat melakukan pemesanan saham IPO secara langsung melalui platform yang terintegrasi. Prosesnya mencakup pembuatan akun, pengisian dana pada Rekening Dana Nasabah (RDN), hingga pemesanan saham melalui fitur e-IPO.

Lebih lanjut, fitur indikator real-time tersebut juga memungkinkan investor memantau status penjatahan saham secara langsung melalui aplikasi, sehingga meningkatkan transparansi dalam proses IPO.

WBSA siap melantai di BEI

Salah satu saham IPO yang tengah memasuki masa penawaran adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Perusahaan ini membuka masa penawaran umum pada 1 hingga 8 April 2026, dan dijadwalkan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026.

WBSA menawarkan sebanyak 1,8 miliar saham atau setara dengan 20,75 persen dari total modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Dari aksi korporasi ini, perusahaan berpotensi menghimpun dana hingga Rp306 miliar.

Investor ritel dapat jatah minimal

Seiring dengan meningkatnya minat investor ritel, regulator juga memberikan dukungan melalui kebijakan baru. Berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 25/2025, investor ritel kini dijamin mendapatkan penjatahan minimum sebanyak 10 lot per Single Investor Identification (SID) untuk emisi tertentu.

Ketentuan ini berlaku untuk saham dalam kategori tertentu, termasuk WBSA yang masuk dalam Golongan III. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat untuk berpartisipasi di pasar saham.

Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan batas maksimal pemesanan. Setiap SID hanya diperbolehkan melakukan pemesanan hingga 10 persen dari total nilai IPO atau sebesar Rp30,6 miliar.

Selain itu, sistem “No Funds, No Order” juga tetap berlaku, yang berarti investor wajib memastikan ketersediaan dana sebelum melakukan pemesanan saham IPO.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |