Menaker Yassierli Soroti Peran PKB BRI 2026–2028 untuk Perkuat Produktivitas dan SDM

5 hours ago 4

Menaker Yassierli menilai PKB BRI 2026–2028 dapat memperkuat produktivitas, hubungan industrial, dan pengembangan SDM.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Kamis, Agustus 27, 2026

menaker yassierli menghadiri penandatanganan pkb bri periode 2026–2028
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tiga dari kiri) menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama BRI periode 2026–2028 di Jakarta. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dapat menjadi pijakan penting untuk memperkuat hubungan industrial sekaligus mendorong produktivitas dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Penegasan itu disampaikan Yassierli saat menghadiri penandatanganan PKB BRI periode 2026–2028 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Menurut Yassierli, PKB tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kesepakatan antara manajemen dan pekerja. Kesepakatan tersebut juga dapat menjadi ruang bagi kedua pihak untuk membangun hubungan kerja yang harmonis serta mendukung keberlangsungan perusahaan.

"Semoga PKB ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi terus dikembangkan untuk memperkuat hubungan industrial," ujar Yassierli.

Ia mengatakan, hubungan industrial yang baik memerlukan sinergi kuat antara manajemen dan serikat pekerja. Melalui PKB, kedua pihak dapat menyepakati berbagai hal yang mengakomodasi kepentingan pekerja sekaligus mendukung produktivitas perusahaan.

Pengembangan SDM menghadapi perubahan dunia kerja

Penguatan hubungan industrial, kata Yassierli, sejalan dengan upaya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat, penguatan hubungan antara perusahaan dan pekerja juga perlu berjalan bersama peningkatan kualitas SDM.

Menurut Yassierli, kesiapan Indonesia menghadapi perubahan tersebut antara lain ditentukan oleh peningkatan Human Capital Index atau Indeks Modal Manusia, digital skills atau keahlian digital, serta indeks inovasi nasional.

Karena itu, perusahaan dinilai memiliki peran penting dalam memastikan pengembangan SDM berjalan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

BRI dinilai memiliki peran strategis

Dalam kesempatan itu, Yassierli menilai BRI memiliki posisi strategis karena perannya tidak hanya sebagai korporasi, tetapi juga sebagai bagian dari Bank Himbara yang membawa kepentingan ekonomi nasional.

"BRI harus memiliki penglihatan secara nasional dan tak bisa hanya melihat dirinya sebagai korporasi biasa, melainkan sebagai bagian dari Bank Himbara yang membawa nama Indonesia," kata Yassierli.

Ia berharap PKB BRI periode 2026–2028 dapat menjadi dasar untuk mengembangkan berbagai inovasi ketenagakerjaan. Langkah tersebut diharapkan memperkuat hubungan perusahaan dan pekerja serta mendukung peningkatan kualitas SDM.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan PKB merupakan salah satu fondasi penting dalam hubungan antara perusahaan dan pekerja karena menghasilkan kesepakatan yang mencerminkan kepentingan bersama.

"Kami berharap PKB Periode 2026–2028 ini dapat menjadi landasan yang kian kokoh bagi hubungan manajemen dan pekerja, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas, engagement, dan kinerja perusahaan," katanya.

Ketua Umum SPBRI Satrio Arief Pambudi juga berharap PKB tersebut dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan perusahaan.

"Saya berharap penandatanganan PKB ini menjadi awal hubungan industrial semakin baik, semakin terbuka dan semakin konstruktif antara SP dengan perusahaan," katanya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |