Indonesia Ekspor 38,4 Ton Kopi ke Tiongkok dan Maroko, SRG Perkuat Daya Saing Komoditas

22 hours ago 12

Indonesia ekspor 38,4 ton kopi ke Tiongkok dan Maroko. Sistem Resi Gudang (SRG) memperkuat daya saing kopi Indonesia dan membuka pasar ekspor.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Senin, Juli 20, 2026

Indonesia Ekspor 38,4 Ton Kopi ke Tiongkok dan Maroko, SRG Perkuat Daya Saing Komoditas
Indonesia Ekspor 38,4 Ton Kopi ke Tiongkok dan Maroko, SRG Perkuat Daya Saing Komoditas

PEWARTA.CO.ID — Indonesia kembali memperluas pasar ekspor kopi dengan mengirimkan puluhan ton komoditas tersebut ke Tiongkok dan Maroko. Pengiriman ini menjadi bukti bahwa penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) mampu meningkatkan daya saing produk dalam negeri sekaligus memperluas akses ke pasar internasional.

Ekspor tersebut juga menunjukkan bahwa pengelolaan komoditas melalui SRG tidak hanya menjaga kualitas hasil panen, tetapi turut memberikan nilai tambah bagi petani maupun pelaku usaha kopi nasional.

Sebanyak 38,4 ton kopi dikirim ke dua negara

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Tirta Karma Senjaya, mengungkapkan bahwa ekspor kali ini terdiri dari dua kontainer kopi dengan total volume mencapai 38,4 ton dan nilai sebesar USD227.443,2.

Rinciannya, satu kontainer berisi 19,2 ton kopi Robusta Grade 2 senilai USD71.040 dikirim ke Maroko. Sementara satu kontainer lainnya mengangkut 19,2 ton kopi Arabica Semi-Wash senilai USD156.403,2 dengan tujuan Tiongkok.

Tidak berhenti di situ, setelah pengiriman tersebut, telah direncanakan ekspor lanjutan berupa delapan kontainer kopi Arabica Semi-Wash menuju Tiongkok.

Total volume pengiriman berikutnya mencapai 153,6 ton dengan nilai USD1.251.225,60. Seluruh kopi yang diekspor berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage.

"Keberhasilan implementasi SRG untuk ekspor ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Optimalnya peran semua pihak sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ini," jelas Tirta, Senin (20/7/2026).

Kolaborasi berbagai pihak dorong keberhasilan ekspor

Keberhasilan ekspor kopi melalui mekanisme SRG melibatkan berbagai pihak dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Petani yang tergabung dalam Koperasi Gunung Luhur Berkah menjadi pemasok komoditas, sedangkan PT ASLI Logistik Indonesia berperan sebagai agregator. Pengelolaan Gudang SRG dilakukan oleh PT Sucofindo, sementara PT Kereta Api Indonesia sebagai pemilik gudang sekaligus penggagas SRG Berbasis Rel.

Di sisi lain, PT Kliring Berjangka Indonesia menjalankan fungsi sebagai pusat registrasi SRG.

Ekosistem tersebut juga diperkuat oleh dukungan lembaga pembiayaan, yakni Bank BJB bersama PT ASLI Pangan Indonesia yang menghimpun investor. Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kota Bandung juga turut berperan dalam mendukung implementasi SRG.

SRG dinilai mampu membuka akses pasar global

Menurut Bappebti, pelepasan ekspor ini memiliki arti penting bagi pengembangan industri kopi nasional.

Melalui penyimpanan menggunakan mekanisme SRG, mutu kopi tetap terjaga sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Selain menjadi instrumen pembiayaan di dalam negeri, SRG juga dinilai mampu menjadi penghubung antara petani, pelaku usaha, dan pembeli di pasar global.

Masuknya kopi Indonesia ke pasar Tiongkok dan Maroko menunjukkan komoditas nasional masih memperoleh kepercayaan dari mitra dagang luar negeri. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang diversifikasi tujuan ekspor sehingga tidak hanya bergantung pada pasar tradisional.

"Ke depan, Bappebti akan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan SRG sebagai instrumen ekosistem logistik dan pembiayaan yang kuat di hulu dan hilir sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 9 Tahun 2006 juncto UU Nomor 9 Tahun 2011. Melalui SRG, petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat, memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, serta jaminan kualitas dan kuantitas komoditas," ujar Tirta.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |