Timnas Spanyol juara Piala Dunia 2010 dan 2026 dengan cara serupa. Simak perjalanan La Furia Roja hingga menang lewat gol extra time di final.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Juli 21, 2026
![]() |
| Jejak Timnas Spanyol Juara Piala Dunia 2010 dan 2026, Sama-sama Ditentukan Gol Extra Time |
PEWARTA.CO.ID — Timnas Spanyol kembali mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya pada edisi 2026. Menariknya, keberhasilan La Furia Roja kali ini memiliki kemiripan dengan pencapaian mereka saat menjadi kampiun pada Piala Dunia 2010.
Pada dua edisi tersebut, Spanyol sama-sama memastikan gelar juara melalui gol yang lahir di babak tambahan waktu atau extra time. Kesamaan itu menjadi salah satu catatan menarik dalam perjalanan tim berjuluk La Furia Roja di panggung sepak bola dunia.
Awal turnamen tidak berjalan mulus
Perjalanan Spanyol menuju gelar Piala Dunia 2010 diawali dengan hasil yang mengejutkan. Tim besutan Vicente del Bosque harus mengakui keunggulan Swiss dengan skor 0-1 pada laga pertama Grup H.
Meski sempat terpuruk, Spanyol mampu bangkit pada dua pertandingan berikutnya. Mereka mengalahkan Honduras 2-0 sebelum menutup fase grup dengan kemenangan 2-1 atas Cile untuk mengamankan tiket ke babak gugur.
Singkirkan Belanda lewat gol Iniesta
Memasuki fase gugur, Spanyol tampil konsisten. Portugal dikalahkan 1-0 di babak 16 besar, disusul kemenangan 1-0 atas Paraguay di perempat final.
Langkah mereka berlanjut setelah menundukkan Jerman 1-0 pada semifinal.
Di partai final, Spanyol berhadapan dengan Belanda dalam laga yang berlangsung hingga 120 menit. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-116 setelah Andres Iniesta memanfaatkan umpan Cesc Fabregas untuk mencetak gol tunggal yang memastikan gelar juara dunia pertama bagi negaranya.
Spanyol juga sempat diragukan di Piala Dunia 2026
Menjelang Piala Dunia 2026, Spanyol bukan tim yang banyak dijagokan sebagai kandidat juara. Keraguan semakin besar setelah mereka hanya bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde pada pertandingan pembuka Grup H.
Namun, performa La Furia Roja mulai meningkat di laga berikutnya. Mereka menang telak 4-0 atas Arab Saudi, lalu menutup fase grup dengan kemenangan tipis 1-0 melawan Uruguay.
Tampil dominan hingga menjuarai Piala Dunia 2026
Memasuki babak gugur, Spanyol menunjukkan performa yang semakin meyakinkan. Austria disingkirkan dengan skor 3-0 di babak 32 besar, kemudian Portugal dikalahkan 1-0 pada 16 besar.
Di perempat final, Spanyol mengatasi Belgia dengan kemenangan 2-1 sebelum menumbangkan Prancis 2-0 pada semifinal.
Final mempertemukan Spanyol dengan Argentina. Seperti saat menghadapi Belanda pada 2010, pertandingan kembali harus berlanjut ke babak tambahan waktu.
Gol penentu kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-97 melalui Ferran Torres. Gol tersebut memastikan Spanyol menang 1-0 sekaligus mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Dua gelar, satu pola yang sama
Keberhasilan Spanyol menjadi juara Piala Dunia pada 2010 dan 2026 memperlihatkan pola yang hampir identik. Pada kedua edisi tersebut, mereka sama-sama tidak melalui perjalanan yang mudah sejak fase grup.
Selain itu, dua gelar tersebut juga dipastikan lewat kemenangan 1-0 di partai final yang ditentukan melalui gol pada babak extra time. Catatan itu menjadi salah satu kesamaan paling mencolok dalam sejarah dua keberhasilan La Furia Roja menjuarai Piala Dunia.



















































