Tangis Lionel Scaloni Pecah Usai Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026

11 hours ago 8

Lionel Scaloni menangis usai Argentina gagal juara Piala Dunia 2026. Pelatih Timnas Argentina juga memberi isyarat soal masa depannya usai final.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Selasa, Juli 21, 2026

Tangis Lionel Scaloni Pecah Usai Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026
Tangis Lionel Scaloni Pecah Usai Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026

PEWARTA.CO.ID — Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, tidak mampu menyembunyikan emosinya setelah tim asuhannya harus mengakui keunggulan Timnas Spanyol pada laga final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) dini hari. Kekalahan tersebut membuat Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia yang sebelumnya diraih pada edisi 2022 di Qatar.

Usai pertandingan, Scaloni tampil di hadapan awak media untuk memberikan pernyataan. Dalam kesempatan itu, pelatih berusia 48 tahun tersebut tampak diliputi emosi saat membahas masa depannya bersama Timnas Argentina.

Upaya mempertahankan gelar berakhir di final

Scaloni datang ke Piala Dunia 2026 dengan peluang mencatatkan sejarah sebagai pelatih kedua yang mampu membawa timnya mempertahankan trofi juara dunia.

Harapan tersebut akhirnya pupus setelah Spanyol memastikan kemenangan lewat gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Gol itu sekaligus mengantar Spanyol juara Piala Dunia 2026.

Scaloni buka suara soal masa depannya

Dalam konferensi pers setelah laga, Scaloni mengungkapkan bahwa dirinya akan lebih dulu berdiskusi dengan presiden federasi sebelum mengambil keputusan terkait kelanjutan kariernya sebagai pelatih Argentina.

"Saya akan berbicara dengan presiden," katanya, melansir BBC.

"Saya punya ide tentang apa yang ingin saya lakukan. Saya akan menyelesaikan kontrak saya dan saya merasa perlu, saya tidak tahu apakah sesuatu yang sebesar ini bisa dilakukan. Kita perlu membicarakannya," ujarnya.

Di tengah suasana emosional, Scaloni juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk menangani Timnas Argentina selama ini.

"Kami telah berusaha hingga menit terakhir untuk memberikan yang terbaik, staf dan pemain," ujarnya.

Tak lama kemudian, air mata Scaloni pecah saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan dirinya tetap melanjutkan tugas sebagai pelatih.

"Bersabarlah, saya tidak tahu apakah saya bisa melanjutkan," kata Scaloni sambil menangis.

Ia juga mengungkapkan betapa berharganya perjalanan yang telah dijalani bersama Argentina hingga mencapai titik tersebut.

"Tempat ini luar biasa, ini adalah tempat impian. Kami tidak pernah membayangkan, termasuk staf saya, bahwa kami akan berada di tempat ini," tuturnya.

Sebut membangun kembali tim bukan perkara mudah

Scaloni mengakui bahwa membentuk kembali tim dengan kualitas dan kekompakan yang sama bukanlah pekerjaan sederhana. Menurutnya, dibutuhkan kesiapan mental untuk memulai semuanya dari awal.

"Untuk melanjutkan, Anda membutuhkan banyak hal, terutama mengatur ulang pikiran Anda, memulai kembali, menciptakan kelompok seperti ini lagi. Itu sangat sulit untuk diciptakan kembali," ucapnya.

Setelah menyampaikan pernyataan tersebut, Scaloni berdiri, meminta maaf kepada para wartawan, lalu meninggalkan ruang konferensi pers.

"Ini sangat menyakitkan, saya sangat menyesal," katanya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |