Fantastis! Perputaran Uang Lebaran 2026 Diprediksi Tembus Rp148 Triliun, Ini Rinciannya

12 hours ago 11

Pewarta Network

Pewarta Network

Kamis, Maret 19, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Fantastis! Perputaran Uang Lebaran 2026 Diprediksi Tembus Rp148 Triliun, Ini Rinciannya
Ilustrasi. Silaturahmi lebaran menjadi tradisi masyarakat Indonesia.

PEWARTA.CO.ID — Perputaran uang selama momentum Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp148 triliun.

Estimasi ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, dengan mengacu pada potensi mobilitas masyarakat saat arus mudik Idulfitri tahun ini.

Potensi pergerakan pemudik jadi faktor utama

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah masyarakat yang diperkirakan melakukan perjalanan mudik pada Idulfitri 1447 Hijriah mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Angka ini sedikit mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.

Sarman menjelaskan, jumlah tersebut setara dengan sekitar 35,975 juta kepala keluarga, dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat orang. Dari jumlah tersebut, potensi perputaran uang pun dihitung berdasarkan rata-rata pengeluaran tiap keluarga selama mudik Lebaran.

"Jumlah pemudik 143,9 juta setara dengan 35.975.000 kepala keluarga dengan asumsi rata-rata per keluarga 4 orang. Jika per keluarga membawa uang sebesar Rp4.125.000 naik 10% dari tahun 2025 lalu sebesar Rp3.75 juta maka potensi perputaran uang Rp4.125.000 x 35.975.000 KK sebesar Rp148.396.875.000.000 naik sekitar 8% dari tahun sebelumnya," ungkap Sarman dalam keterangan resminya, Kamis (19/3/2026).

Proyeksi bisa lebih tinggi dari estimasi awal

Menurut Sarman, angka Rp148 triliun tersebut merupakan proyeksi moderat atau batas bawah. Artinya, nilai perputaran uang masih berpeluang meningkat lebih tinggi.

Ia memperkirakan, jika rata-rata pengeluaran setiap keluarga mencapai Rp4.500.000, maka total peredaran uang selama Lebaran bisa menembus Rp161,88 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat selama momen Idulfitri tetap kuat meskipun jumlah pemudik sedikit menurun.

Wilayah Jawa diprediksi dominasi peredaran uang

Sarman menyebutkan, wilayah Pulau Jawa diperkirakan menjadi pusat peredaran uang terbesar selama Lebaran 2026. Provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat diprediksi menjadi daerah dengan aktivitas ekonomi paling tinggi.

Sementara itu, perputaran uang di luar Jawa juga tetap signifikan dan tersebar di berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.

Kebutuhan mudik hingga konsumsi dorong belanja masyarakat

Selama periode mudik dan Lebaran, pengeluaran masyarakat akan terserap untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari biaya transportasi seperti tiket perjalanan, tol, bahan bakar minyak, hingga servis kendaraan.

Selain itu, tradisi belanja Lebaran juga turut menyumbang besar terhadap perputaran uang, seperti pembelian oleh-oleh, pakaian baru, perlengkapan ibadah, serta pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada keluarga dan kerabat.

Tak hanya itu, kebutuhan konsumsi rumah tangga juga meningkat signifikan. Pembelian bahan pokok, daging, ayam, buah-buahan, hingga makanan khas Lebaran menjadi bagian dari lonjakan belanja masyarakat. Kewajiban membayar zakat fitrah dan sedekah juga turut berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.

UMKM dan berbagai sektor usaha ikut terdongkrak

Lonjakan aktivitas ekonomi selama Lebaran dipastikan membawa dampak positif bagi berbagai sektor usaha. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diprediksi menjadi salah satu pihak yang paling merasakan manfaatnya.

Sektor kuliner, pedagang makanan dan minuman, penjual suvenir khas daerah, hingga pelaku usaha kain dan batik diperkirakan mengalami peningkatan omzet yang signifikan selama periode libur Lebaran.

"Artinya perputaran uang hampir menyasar kesemua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat menjelang dan selama IdulFitri 1447," katanya.

Dengan tingginya potensi perputaran uang tersebut, momentum Lebaran 2026 kembali menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus membuka peluang besar bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |