Sebanyak 300 warga terdampak banjir di Tapanuli Tengah setelah Sungai Aek Si Laga-laga meluap. Kemensos salurkan bantuan logistik bagi korban.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Senin, Juli 20, 2026
![]() |
| 300 Warga Terdampak Banjir di Tapanuli Tengah, Kemensos Salurkan Bantuan Logistik |
PEWARTA.CO.ID — Sebanyak 300 warga terdampak banjir yang melanda Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Bencana tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan itu hingga menyebabkan Sungai Aek Si Laga-laga meluap dan menggenangi permukiman.
Berdasarkan data sementara, banjir terjadi pada Sabtu, 18 Juli 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Luapan sungai membuat sejumlah rumah warga terendam sehingga pemerintah segera melakukan penanganan di lokasi.
Kemensos kirim bantuan logistik
Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak pada Minggu, 19 Juli 2026.
"Barang dikirim dari Gudang Sentra Insyaf Medan ke Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Senin (20/7/2026).
Bantuan yang dikirim meliputi 350 paket lauk pauk siap saji, 160 paket kidsware, 200 paket family kit, 150 lembar kasur, 200 lembar selimut, 100 lembar tenda gulung, serta 17 unit tenda gulung portable.
Dapur umum disiapkan untuk warga
Selain distribusi logistik, pemerintah daerah juga mendirikan dapur umum lapangan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tapanuli Tengah. Fasilitas tersebut berlokasi di Aula Gereja HKBP Sipange.
Dapur umum itu memiliki kapasitas untuk menyediakan sekitar 300 porsi makanan setiap hari bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Evakuasi warga dan asesmen kebutuhan
Pemerintah bersama pihak terkait juga melakukan evakuasi terhadap warga menuju lokasi yang lebih aman. Di saat yang sama, asesmen dilakukan di seluruh titik terdampak untuk memetakan kondisi di lapangan dan mengetahui kebutuhan paling mendesak.
"Upaya yang telah dilakukan adalah evakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman dan asesmen menyeluruh di setiap lokasi kejadian untuk mengidentifikasi dampak dan kebutuhan mendesak," jelas Gus Ipul.
Saat ini kondisi banjir telah berangsur surut. Warga yang sebelumnya terdampak mulai kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan sisa lumpur serta material yang terbawa banjir.



















































