WIKA membangun RDF Rorotan Jakarta yang mampu mengolah hingga 2.400 ton sampah per hari untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Agustus 13, 2026
![]() |
| Fasilitas RDF Rorotan di Jakarta Utara yang dibangun WIKA untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menghadirkan infrastruktur pengolahan sampah melalui pembangunan Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Jakarta Utara yang memiliki kapasitas hingga 2.400 ton sampah per hari.
Fasilitas milik Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut dirancang untuk mengolah sekitar 2.200 hingga 2.400 ton sampah setiap hari. Kapasitas itu menjadikan RDF Rorotan sebagai RDF Plant dengan kapasitas pengolahan terbesar di dunia.
Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengatakan pembangunan fasilitas tersebut telah diselesaikan sesuai fungsi dan kebutuhan yang direncanakan.
“WIKA telah memenuhi komitmennya menghadirkan kualitas pembangunan fasilitas RDF Rorotan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan yang direncanakan. Kini setelah pembangunan selesai, pengoperasian fasilitas menjadi kewenangan pihak pengelola. Kami berharap RDF Rorotan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan kontribusi nyata sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah di Jakarta,” ujar Ngatemin.
Saat ini, satu line RDF Rorotan telah beroperasi dengan kemampuan mengolah hingga 800 ton sampah per hari. Dua line lainnya masih dalam tahap persiapan untuk pengoperasian.
Pengoperasian seluruh line nantinya akan menyesuaikan ketersediaan pasokan sampah yang dapat dikirim ke fasilitas tersebut. Kelancaran transportasi sampah menuju RDF Rorotan menjadi salah satu faktor yang turut mendukung peningkatan kapasitas pengolahan.
Dikembangkan agar nyaman bagi masyarakat
Selain kapasitas pengolahan, pengoperasian RDF Rorotan juga terus dikembangkan dengan memperhatikan kenyamanan masyarakat di sekitar fasilitas.
Ngatemin berharap infrastruktur yang telah dibangun WIKA dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat sesuai dengan tujuan pembangunan fasilitas tersebut.
“Harapannya, dengan infrastruktur yang telah dibangun, RDF Rorotan dapat memberikan manfaat sesuai dengan tujuan pembangunannya. Kami juga berharap pengoperasiannya dapat berjalan semakin optimal sehingga senantiasa memberikan kenyamanan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Dalam peninjauan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Ketenagakerjaan, kondisi lingkungan di sekitar RDF Rorotan disebut menunjukkan perkembangan positif dari sisi kenyamanan.
Kondisi di sekitar fasilitas saat ini terpantau sudah tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
Sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif
RDF Rorotan mengolah sampah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi industri.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di Jakarta sekaligus mendukung upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
Dengan selesainya pembangunan RDF Rorotan, WIKA turut menghadirkan infrastruktur pengelolaan sampah yang diarahkan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Provinsi DKI Jakarta.



















































