Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Mei 05, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Video Syur Live TikTok Diduga di Sidrap Viral, Polisi Selidiki Pemeran dan Lokasi Kejadian |
PEWARTA.CO.ID — Sebuah video siaran langsung TikTok yang diduga terjadi di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, mendadak viral di media sosial setelah menampilkan adegan tak senonoh yang memicu perhatian publik.
Dalam video yang beredar luas, seorang wanita tampak berjoget dengan gerakan erotis saat melakukan siaran langsung. Situasi kemudian berubah menjadi kontroversial ketika perempuan tersebut diduga memperlihatkan bagian tubuh sensitif di depan kamera.
Tak hanya itu, dalam tayangan live tersebut terlihat adanya interaksi antara wanita dan seorang pria yang diduga menjadi rekan siaran. Sang wanita disebut mengikuti tantangan yang diberikan pria tersebut hingga berujung pada aksi yang dianggap melanggar norma kesusilaan.
Rekaman live TikTok tersebut kemudian direkam oleh sejumlah penonton dan akhirnya tersebar di berbagai platform media sosial. Warganet pun ramai membicarakan video yang disebut-sebut berasal dari wilayah Sidrap itu.
Pihak kepolisian kini turun tangan menyelidiki kasus tersebut. Polisi masih mendalami lokasi pasti pembuatan video sekaligus mengidentifikasi para pemeran yang terlibat dalam siaran langsung viral itu.
Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick Krisyana Ambarita mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan proses penyelidikan terkait video yang ramai diperbincangkan tersebut.
“Sementara kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan,” kata Welfrick dalam keterangannya yang dikutip Pewarta.co.id dari Holopis.com, Senin (4/5/2026).
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah video tersebut benar direkam di wilayah Kabupaten Sidrap.
“Belum bisa dipastikan, namun sementara kita selidiki semua itu,” imbuhnya.
Kepolisian meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan selama proses penyelidikan berlangsung. Polisi juga menegaskan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan.
“Kita selidiki dulu baru kemudian kita bisa update hasilnya,” ujarnya.



















































