Serangan rudal Israel ke kantor polisi Gaza menewaskan 7 petugas. Korban Gaza, termasuk warga sipil pascagencatan senjata terus bertambah.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Rabu, Juli 15, 2026
![]() |
| Serangan Rudal Israel ke Kantor Polisi Gaza Tewaskan 7 Petugas, Korban Pascagencatan Senjata Terus Bertambah |
PEWARTA.CO.ID — Serangan terbaru Israel kembali mengguncang Jalur Gaza setelah sebuah kantor polisi di kawasan kamp pengungsian menjadi sasaran rudal. Insiden tersebut menewaskan tujuh petugas kepolisian, termasuk pimpinan kantor polisi setempat.
Menurut laporan Al Jazeera, Selasa (14/7/2026), serangan dilakukan menggunakan drone yang meluncurkan empat rudal ke bangunan kantor polisi. Serangan itu disebut sebagai bagian dari aksi berulang yang menyasar infrastruktur serta fasilitas penegakan hukum di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Kantor polisi menjadi sasaran serangan
Tujuh anggota kepolisian dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut. Korban terdiri atas kepala kantor polisi, wakil kepala kantor, serta lima petugas lainnya.
Mereka diketahui bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di area pasar yang berada di tengah kamp pengungsian.
Laporan tersebut menyebutkan, serangan terhadap kantor polisi bukan pertama kali terjadi. Gedung-gedung kepolisian sebelumnya juga beberapa kali menjadi target serangan militer Israel.
Serangkaian serangan itu dinilai berpotensi memperburuk situasi keamanan di Jalur Gaza, sekaligus memperluas kekosongan otoritas di wilayah yang masih dilanda konflik.
Korban terus bertambah sejak gencatan senjata
Di sisi lain, Kantor Media Pemerintah di Gaza melaporkan jumlah korban jiwa akibat tindakan militer Israel sejak diberlakukannya gencatan senjata pada Oktober tahun lalu telah mencapai 1.122 orang.
Lembaga tersebut juga mencatat sebanyak 3.689 dugaan pelanggaran dilakukan oleh militer Israel sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku.
Dalam pernyataannya, Kantor Media Pemerintah di Gaza menyebutkan sebanyak 3.599 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi selama periode tersebut.
Sebagai informasi, gencatan senjata di Jalur Gaza mulai diberlakukan pada 10 Oktober 2025 setelah tercapainya kesepakatan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS).



















































