Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel Militer AS

6 hours ago 2

Iran meretas jaringan seluler Timur Tengah untuk melacak personel militer AS. Laporan Financial Times ungkap dugaan penyalahgunaan sistem roaming.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Juli 15, 2026

Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel Militer AS
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel Militer AS. (Ilustrasi/Canva)

PEWARTA.CO.ID — Dugaan aksi siber Iran kembali menjadi sorotan setelah sebuah laporan mengungkap adanya upaya pelacakan terhadap personel militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah melalui jaringan seluler selama berlangsungnya perang.

Informasi tersebut dipublikasikan oleh harian Financial Times (FT) yang menyebut Iran diduga memanfaatkan celah pada sistem telekomunikasi untuk mengetahui keberadaan anggota militer maupun kontraktor AS.

Laporan ungkap dugaan pelacakan melalui jaringan seluler

Berdasarkan laporan FT, temuan itu bersumber dari data telekomunikasi milik proyek riset Mobile Surveillance Monitor serta sejumlah pihak yang mengetahui persoalan tersebut.

Laporan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan anggota parlemen Amerika Serikat. Mereka menilai sistem roaming internasional dan teknologi periklanan pada ponsel pintar berpotensi membuka celah keamanan yang dapat dimanfaatkan untuk melacak personel militer.

Diduga manfaatkan sistem roaming dan basis data iklan

Seorang sumber yang mengetahui persoalan itu mengatakan kepada FT bahwa pejabat di kawasan Teluk menduga Iran atau pihak yang bersekutu dengannya memanfaatkan perjanjian roaming dengan operator telekomunikasi lokal guna melacak keberadaan personel Amerika Serikat.

Sementara itu, seorang pejabat AS yang berbicara kepada FT dengan syarat identitasnya dirahasiakan menyebut pihak-pihak yang terkait dengan Iran diduga menyalahgunakan basis data periklanan yang tersedia secara komersial untuk melacak telepon seluler di wilayah Kurdi semi-otonom di Irak bagian utara.

Peneliti sebut Iran memiliki kemampuan pelacakan real-time

“Iran benar-benar memiliki kemampuan untuk mendapatkan informasi lokasi secara real-time, langsung, dan berkelanjutan,” kata Gary Miller, seorang peneliti senior di lembaga pengawas keamanan siber Citizen Lab yang meninjau data tersebut dikutip FT, melansir Aljazeera, Selasa (14/7/2026).

Peneliti tersebut juga menilai Iran kemungkinan memanfaatkan infrastruktur jaringan seluler untuk mendukung aktivitas pelacakan.

“Saya akan sangat terkejut jika Iran tidak menggunakan SS7, atau akses jaringan seluler di wilayah tersebut, untuk melacak pengguna AS,” imbuhnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |