Redaksi Pewarta.co.id
Rabu, April 01, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Gedung studio Radio Wijang Songko (RWS) Kediri, Jawa Timur. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kabar berhentinya siaran Radio Wijang Songko (RWS) Kediri mulai 1 April 2026 mengejutkan banyak pihak, terutama para pendengar setianya.
Setelah puluhan tahun menemani masyarakat, radio legendaris ini akhirnya harus menghentikan operasionalnya.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Di balik penutupan RWS, terdapat faktor utama yang berkaitan dengan kondisi internal perusahaan, khususnya keputusan sang pemilik.
MASIH TERKAIT!
Radio RWS FM Kediri Berhenti Siaran per 1 April 2026 Setelah 58 Tahun Mengudara
Pemilik memutuskan pensiun
Penghentian siaran Radio Wijang Songko dipicu oleh keputusan pemiliknya, Pitter Utomo, yang memilih untuk pensiun dari dunia bisnis media.
Di usia 83 tahun, ia memutuskan untuk mengakhiri kiprahnya dalam industri media yang telah dijalani selama bertahun-tahun.
Keputusan tersebut berdampak langsung pada keberlangsungan operasional RWS. Sebagai sosok sentral di balik radio tersebut, mundurnya Pitter Utomo membuat aktivitas siaran tidak lagi dapat dilanjutkan seperti sebelumnya.
Selama ini, ia dikenal sebagai figur penting dalam perkembangan radio lokal di Kediri. Selain mengelola RWS, ia juga mendirikan Suara Kediri FM yang hingga kini masih tetap aktif mengudara.
RELEVAN DIBACA!
Siaran Terakhir Radio RWS Kediri Diwarnai Isak Tangis Penyiar dan Pendengar
Siaran terakhir penuh haru
Menjelang penutupan, suasana haru menyelimuti siaran terakhir yang berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026. Penyiar Anggi Pramesti tak mampu menahan emosi saat menyampaikan salam perpisahan kepada pendengar.
Didampingi rekannya, Lik Doel, ia berulang kali mengucapkan terima kasih serta permohonan maaf kepada para pendengar setia. Suasana semakin emosional ketika suara Anggi bergetar dan akhirnya pecah dalam tangis di akhir siaran.
Tak hanya di udara, suasana haru juga terasa di studio RWS yang berada di Jalan Kilisuci, Kota Kediri. Para pendengar datang silih berganti untuk memberikan dukungan dan mengucapkan perpisahan secara langsung.
MENARIK JUGA DIBACA!
Radio Wijang Songko Tutup Operasional, Pendengar Berbondong Datangi Studio Jelang Off Air
Manajemen belum pastikan status penutupan
Kepala Studio RWS, Lindawati, membenarkan bahwa siaran pada 31 Maret menjadi penutup sebelum radio tersebut berhenti mengudara.
“Benar, hari ini kita pamit. Mulai tanggal 1 April besok RWS sudah tidak mengudara,” kata Kepala Studio RWS, Lindawati.
Meski demikian, pihak manajemen belum dapat memastikan apakah penghentian ini bersifat permanen atau hanya sementara.
Untuk saat ini, seluruh program siaran resmi dihentikan, dan frekuensi 99.00 MHz tidak lagi aktif mulai hari berikutnya.
JANGAN LEWATKAN!
Apresiasi untuk pendengar setia
Koordinator siaran RWS, Asti Wibowo, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Kediri yang telah setia mendengarkan siaran Radio Wijang Songko selama ini.
“Untuk warga Kediri kita banyak-banyak mengucapkan terima kasih untuk kerjasamanya selama ini dan semoga bisa jumpa lagi dengan pendengar-pendengar kita yang selalu setia mendengar Radio Wijang Songko,” ucap Asti.
Ia juga berharap, suatu saat nanti RWS dapat kembali hadir dan menghibur masyarakat seperti sebelumnya.
PERLU JUGA DIBACA!
Profil Pitter Utomo, Pemilik Radio Wijang Songko yang Berhenti Siaran 1 April 2026
Lebih dari lima dekade menemani warga kediri
Radio Wijang Songko pertama kali mengudara pada tahun 1968 dan sejak itu menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kediri.
Dengan slogan “Radio Terpercaya di Kota Kediri”, RWS menghadirkan beragam program mulai dari hiburan, dialog interaktif, hingga talkshow.
Selain itu, sajian musik yang variatif seperti pop Indonesia, dangdut, dan campursari menjadi ciri khas yang melekat di telinga pendengar.
Selama lebih dari setengah abad, RWS hadir sebagai teman setia dalam berbagai aktivitas harian warga. Namun kini, perjalanan panjang tersebut harus berhenti.
Mulai 1 April 2026, frekuensi 99.00 MHz yang sebelumnya aktif mengudara akan menjadi senyap, menandai berakhirnya kiprah Radio Wijang Songko di dunia penyiaran lokal Kediri.
MUNGKIN ANDA CARI!
MUNGKIN ANDA SUKAI!



















































